Ilmuwan Teliti Cara Bangun Jaringan dengan Cahaya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 30 Oct 2017 13:18 WIB
teknologiinternettelekomunikasi
Ilmuwan Teliti Cara Bangun Jaringan dengan Cahaya
Ilustrasi. (JaCZhou via Getty Images)

Metrotvnews.com: Kecepatan internet dari jaringan serat fiber memang terus naik, tapi jaringan tersebut tetap memiliki satu kelemahan, yaitu penggunaan kabel.

Karena jaringan fiber optic tetap melakukan transfer data melalui kabel, hal ini menyulitkan penyedia jaringan menggelar jaringan ke tempat terpencil. Selain itu, ongkos yang harus pelanggan bayar pun terkadang tidak murah.

Para ilmuwan mungkin telah menemukan metode baru untuk membangun jaringan internet dengan kecepatan lebih tinggi dari jaringan fiber optic tanpa menggunakan kabel. Engadget menyebutkan, para peneliti telah menemukan cara untuk "memelintir" foton sehingga tidak hanya setiap transmisi bisa menghantarkan lebih banya data, tapi juga data juga bisa dihantarkan melalui udara. 

Jika Anda membiarkan cahaya melalui hologram khusus, Anda bisa membuat foton memiliki momentum angular optikal sehingga ia bisa membawa tidak hanya angka 1 dan 0. Selama intensitas dan fase cahaya sesuai, maka Anda akan bisa mentransfer data tersebut melalui jarak jauh. 

Tim peneliti ini berhasil menguji jaringan tersebut di kawasan pedesaan Jerman. Alasan peneliti memilih kawasan pedesaan adalah untuk memastikan bahwa gangguan yang secara teori bisa disebabkan oleh bangunan-bangunan tinggi tidak menyebabkan kekacauan pada jaringan. 

Sayangnya, para peneliti masih harus melakukan penelitian lebih jauh untuk memastikan bahwa metode ini bisa digunakan untuk membangun jaringan. Masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti bagaimana proses transfer data ketika hujan atau turun salju?

Meskipun teknologi ini memiliki batasan tersendiri, tapi ia tetaplah teknologi yang menjanjikan. Teknologi ini bisa memegang peran penting dalam pengembangan jaringan nirkabel generasi berikutnya. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.