CES 2018

Xenoma Punya Pakaian Pintar untuk Pasien Demensia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 08 Jan 2018 15:23 WIB
teknologices 2018
Xenoma Punya Pakaian Pintar untuk Pasien Demensia
Xenoma mengembangkan pakaian cerdas.

Jakarta: Perusahaan yang bergerak di bidang pakaian cerdas, Xenoma, sedang berusaha mencari cara untuk mengintegrasikan teknologi pakaian cerdas ke kehidupan sehari-hari. Dan mereka tampaknya akan membuat pakaian dengan sensor untuk membantu pelaku medis mengawasi para pasien. 

Perusahaan asal jepang itu baru saja menunjukkan piyama cerdas yang bisa digunakan oleh para pasien di rumah sakit, khususnya penderita demensia.

Dengan pakaian cerdas ini, diharapkan pasien tidak lagi harus ditahan di dalam kamar untuk diobservasi. Sebagai gantinya, observasi bisa dilakukan oleh sensor yang ada pada pakaian, lapor Engadget

Baik pada baju dan celana, terdapat sensor yang diatur sedemikian rupa untuk mencatat input tertentu. Misalnya, sensor pada pinggul dan kaki didesain untuk mendeteksi gerakan. Dengan begitu, pelaku medis bisa tahu bahwa pasien sedang bergerak.

Sementara itu, sensor pada baju dibuat untuk memonitor tanda-tanda seperti pernafasan. Pada baju, juga bisa dipasang sepasang port yang bisa terhubung dengan EKG. 

Salah satu inovasi yang paling menarik dari Xenoma adalah sensor pakaian yang tidak memerlukan cairan khusus agar bisa terhubung dengan kulit.

Selain itu, Xenoma menyebutkan, pakaian baru akan menunjukkan kerusakan setelah dicuci sebanyak lebih dari 100 kali, sama seperti pakaian biasa. 

Pada bagian dada baju, terdapat disk plastik yang menyimpan baterai, unit Bluetooth, akselerometer dan giroskop. Baterai ini bisa bertahan selama delapan jam dalam satu kali pengisian baterai.

Xenoma juga akan menguji pakaian buatannya di rumah sakit tak bernama di Jerman dalam waktu dekat. Diharapkan, pakaian ini sudah akan bisa digunakan pada 2020 dengan harga per pakaian kurang dari USD100 (Rp1,3 juta). 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.