Xiaomi Huami Raih IPO Senilai Rp1,6 Triliun

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 09 Feb 2018 14:08 WIB
xiaomi
Xiaomi Huami Raih IPO Senilai Rp1,6 Triliun
Huami memperoleh pendanaan via IPO senilai Rp1,6 triliun.

Jakarta: Huami dilaporkan meraih pendanaan sebesar USD110 juta (Rp1,6 triliun) setelah mendaftarkan diri di New York Stock Exchange pada Kamis lalu. Huami juga dilaporkan menjual saham senilai USD10 juta (Rp142,8 miliar) dengan nilai tertinggi sebesar USD11 (Rp157.142).

Huami bergabung ke NYSE dengan mengusung simbol HMI, dan berpotensi menghimpun dana hingga USD16,5 juta (Rp235,7 miliar) lebih banyak jika penjamin pengelola utama saham Huami dapat memenuhi pilihan yang dialokasikan untuk mereka.

HMI menutup hari pertama perdagangan sahamnya dengan nilai per saham mencapai USD11,25 (Rp160.714).

Huami mungkin belum banyak dikenal masyarakat Amerika Serikat, namun perusahaan ini muncul sebagai salah satu penjual terbesar untuk perangkat wearable di dunia, berkat kerja samanya dengan Xiaomi sebagai salah satu investor terbesarnya.

Xiaomi dilaporkan memiliki saham Huami sebesar 19,3 persen, sementara perusahaan milik CEO Xiaomi Lei Jun, Shunwei Capital, memiliki saham Huami sebesar 20,4 persen. Huami merupakan produsen di balik perangkat pelacak fitness Mi Band yang dipasarkan via Xiaomi.

Sementara itu, Huami telah menjual lebih dari 45 juta perangkat sejak berdiri pada tahun 2013. Menurut dokumen pendaftaran IPO miliknya, Huami telah mendistribusikan sebanyak 11,6 juta selama sembilan bulan pertama tahun 2017.

Laporan IDC juga menyematkan Huami, yang didaftarkan sebagai Xiaomi, sebagai penjulan terbesar di industri perangkat wearable, berdampingan dengan Fitbit.

Di segi bisnis, Huami melaporkan perolehan keuntungan sebesar USD14 juta (Rp200 miliar) pada sembilan bulan pertama tahun 2017.

Pada periode tersebut, Huami mencatat pendapatan keseluruhan sebesar USD195 juta (Rp2,8 triliun). Selama tahun 2016, perusahaan ini memperoleh keuntungan sebesar USD3,6 juta (Rp51,4 miliar), dengan pendapatan sebesar USD234 juta (Rp3,3 triliun).

Huami berencana menggunakan dana yang berhasil dihimpunnya tersebut untuk investasi pada pusat riset dan pengembangan produk dan teknologi, dukungan di bidang penjualan dan pemasaran, serta sebagai modal untuk akuisisi di masa depan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.