Amazon dan Apple Ingin Buka Kantor di Arab Saudi?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 30 Dec 2017 14:27 WIB
appleamazon
Amazon dan Apple Ingin Buka Kantor di Arab Saudi?
Apple Store pertama diperkirakan akan dibuat pada 2019 di Arab Saudi.

Jakarta: Apple dan Amazon tengah melakukan diskusi dengan Riyadh terkait investasi di Arab Saudi, menurut dua narasumber Reuters. Ini merupakan bagian dari rencana Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman mengubah kerajaan konservatif tersebut agar lebih maju. 

Narasumber ketiga mengonfirmasi bahwa Apple tengah berbicara dengan SAGIA, badan investasi asing Arab Saudi. Baik Apple dan Amazon saat ini memang sudah menjual produk mereka di Arab Saudi via pihak ketiga, hanya saja, mereka -- dan perusahaan teknologi besar lainnya -- belum secara resmi masuk ke negara tersebut. 

Diskusi pihak Amazon dipimpin oleh divisi komputasi cloud Amazon Web Services (AWS), yang bisa membuat persaingan di pasar cloud menjadi lebih ketat. Sekarang, pasar cloud di Arab Saudi masih dikuasai oleh pemain lokal seperti STC dan Mobily.

Selama dua tahun belakangan, Riyadh berusaha merombak regulasi mereka, termasuk terkait pembatasan kepemilikan asing yang sejak lama membuat para investor enggan masuk ke negara itu.

Alasannya karena harga minyak turun dan Arab Saudi, yang selama ini bergantung pada minyak, harus bisa mencari sumber pemasukan lain. 

Menarik Apple dan Amazon untuk masuk ke Arab Saudi merupakan bagian rencana Pangeran Mohammed untuk reformasi.

Hal ini juga akan menguntungkan kedua perusahaan itu, mengingat Arab Saudi merupakan pasar yang relatif muda dengan masyarakat yang menunjukkan ketertarikan atas smartphone dan internet. Sekitar 70 persen warga Arab Saudi berumur di bawah 30 tahun dan sering menggunakan media sosial. 

Persetujuan lisensi untuk Apple Store dengan SAGIA diperkirakan keluar pada bulan Februari, dengan toko retail pertama direncanakan untuk dibangun pada 2019. Sementara diskusi dengan Amazon masih dalam tahap awal. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.