Indosat Ooredoo Garap IoT via NEXThing

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 22 Nov 2016 23:09 WIB
indosat
Indosat Ooredoo Garap IoT via NEXThing
Indosat Ooredo meluncurkan platform Iot terintegrasi bernama NEXThing.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indosat Ooredoo meluncurkan platform NEXThing pada acara Indosat Ooredoo ICT Conference 2016 hari ini, Selasa (22/11/16). Ini diklaim sebagai platform IoT terintegrasi yang ditujukan untuk ekosistem bisnis secara digital dan solusi ICT, khususnya untuk industri.

“Visi tiga tahun kami adalah menjadi mitra solusi digital yang menghubungkan bisnis di Indonesia. Dengan visi ini, kami berkomitmen untuk terus mendengarkan pelanggan bisnis kami, lebih memahami kebutuhan dan hal kritikal dalam bisnisnya sehingga kami dapat lebih mendukung pelanggan untuk mencapai organisasi yang ‘digitally transformed’," ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Kehadiran platform yang berada dibawah naungan Indosat Ooredoo Business ini juga memungkinkan pengumpulan data dari berbagai jenis perangkat industri ke aplikasi bisnis, sehingga operasional bisnis menjadi lebih cepat dan transparan. Selain itu, NEXThing juga diklaim mampu menghuubungkan berbagai aplikasi bisnis dalam satu ekosistem yang sama.

Keterhubungan antar aplikasi bisnis tersebut, jelas Alex, akan memungkinkan aplikasi dapat berinteraksi dan bertukar data. Kemampuan ini dinilai Indosat Ooredoo akan mampu menciptakan peluang bisnis baru bagi penggunanya.

Untuk mengembangkan platform ini, Indosat Ooredoo mengaku bekerja sama dengan sejumlah mitra baik global maupun lokal, salah satunya dengan IBM. Kerjasama ini dinilai Alex, akan memungkinkan Indosat Ooredoo mengembangkan platform IoT yang sesuai untuk pasar Indonesia.

Selain NEXThing, Indosat Ooredoo Business juga mengumumkan solusi untuk industri tertentu, yaitu Solusi Digital Branch untuk industri perbankan, Digital Store untuk retail dan perdagangan, Digital Logistic untuk industri manufaktur, Workforce Solution untuk industri oil & gas dan mining, dan solusi smart city - Kota Digital Indonesia sebagai pendukung konsep kota cerdas yang dicanangkan oleh pemerintah.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.