Diam-Diam, Aplikasi Asal Tiongkok Ini Punya 600 Juta Pengguna

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 26 Jan 2017 18:14 WIB
aplikasisoftware and technology
Diam-Diam, Aplikasi Asal Tiongkok Ini Punya 600 Juta Pengguna
Kantor pusat Toutiao di Tiongkok (foto: Technology Review)

Metrotvnews.com: Berbeda dengan kebanyakan negara di dunia, Tiongkok memang lebih memilih untuk mengisolasi dirinya dari banyak teknologi dari luar negerinya.

Hal tersebut membuat berbagai aplikasi paling populer di dunia menjadi tidak sepopuler dengan aplikasi yang terdapat di Tiongkok. Toutiao adalah salah satunya.

Aplikasi yang namanya tidak pernah muncul di berita teknologi internasional ini diam-diam memiliki basis pengguna yang sangat tinggi, yaitu mencapai 600 juta pengguna. Bahkan jumlah pengguna aktif per harinya telah mencapai 60 juta pengguna. Lalui apa sebenarnya aplikasi Toutiao?

Toutiao merupakan aplikasi agregasi berita paling populer di Tiongkok. Berkat kehadirannya, perusahaan induknya yaitu Bytedance berhasil tumbuh dengan sangat pesat. Pada tahun 2014, Bytedance berhasil menjadi perusahaan dengan nilai valuasi sebesar USD500 juta.

Perkembangannya juga tidak berhenti sampai disitu, Bytedance saat ini menargetkan nilai valuasi perusahaan hingga USD10 miliar atau Rp133 triliun.

Kesuksesan Toutiao tak lain adalah melalui pemanfaatan teknologi machine learning dan kecerdasan buatan yang dimilikinya. Teknologi tersebut memungkinkan layanan Toutiao untuk mengetahui berbagai berita dan konten yang diminati oleh setiap penggunanya.

Semakin sering pengguna menggunakan aplikasi ini, maka konten yang ditampilkan akan semakin tepat dengan preferensinya.



Technology Review mengatakan dalam beberapa tahun ke depan Toutiao akan lebih berfokus pada layanan berbasiskan kecerdasan buatan. Layanan tersebut juga rencananya akan dikenalkan secara luas secara internasional.

Tujuan utamanya adalah menjadi aplikasi penyedia konten nomor satu dan mengalahkan media sosisal raksasa seperti Facebook dan Twitter.

Ambisi Toutiao tampaknya tidak hanya sebatas itu saja. Baru-baru ini mereka bahkan telah menciptakan sebuah reporter artifisial menggunakan kecerdasan buatan. Reporter bernama Xiaoming tersebut diklaim telah bisa menulis berita mengenai pertandingan sepak bola di Eropa. 

Toutiao juga sudah bisa membuat sistem khusus yang mampu mengurangi jumlah berita hoax atau tidak benar. Menggabungkan sistem kecerdasan buatan dengan campur tangan manusia secara langsung, Toutiao mengklaim telah bisa mengurangi jumlah berita hoax secara signifikan, bahkan mungkin mengalahkan Facebook.

Toutiao merupakan salah satu simbol kekuatan Tiongkok di bidang teknologi. Ia bukan hanya sekadar sebuah aplikasi namun juga memberikan nilai lebih melalui pengembangan teknologi modern. Apakah Toutiao akan sukses di persaingan pasar aplikasi internasional? Kita lihat saja nanti.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.