Samsung Gandeng Microsoft untuk Kembangkan Tizen

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 18 Nov 2016 09:56 WIB
samsungmicrosoft
Samsung Gandeng Microsoft untuk Kembangkan Tizen
Samsung bekerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan platform Tizen.

Metrotvnews.com: Samsung mengumumkan kerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan platform karyanya, yaitu Tizen. Kerja sama ini diklaim ditujukan untuk membantu menambahkan ketersediaan aplikasi pada sistem operasi tersebut.

Kedua perusahaan ini akan bekerja sama pada proyek open-source seperti .NET Core dan Xamarin.Forms, sehingga Tizen dapat mendukung .NET, yang merupakan framework yang dikembangkan oleh Microsoft untuk membantu pengembang menciptakan aplikasi dengan lebih mudah.

Samsung juga menyebut, preview pertama mendukung pengembangan aplikasi mobile dengan memanfaatkan emulator perangkat dan ektensi ke Visual Studio dengan kemampuan debugging dan IntelliSense lengkap. Kerja sama tersebut juga akan menghadirkan dukungan untuk Smart TV, perangkat wearable dan perangkat IoT di masa depan.

Selain itu, kerja sama dengan komunitas .NET Microsoft ini juga akan memungkinkan pengembang Visual Studio Microsoft untuk menciptakan berbagai aplikasi untuk platform Tizen menggunakan bahasa pemprograman C#.

Samsung menyebut, saat ini, telah terdapat lebih dari 50 juta perangkat yang menggunakan sistem operasi Tizen. Kerja sama dengan Microsoft, yang memudahkan pengembang untuk menciptakan aplikasi untuk Tizen dengan bahasa pemprograman yang mereka kuasai, akan mendorong munculnya aplikasi-aplikasi untuk sistem operasi Samsung ini, seperti yang dilaporkan Phone Arena.

Langkah ini juga dinilai sebagai langkah Samsung untuk meningkatkan kualitas OS. Selain itu, dukungan .NET hasil kerja sama Samsung dan Microsoft ini dikabarkan akan dirilis dan didistribusikan pada perangkat bersistem operasi Tizen mulai tahun 2017 mendatang.

Menggandeng Microsoft bukanlah satu-satunya langkah yang Samsung ambil untuk mendorong terciptanya ekosistem untuk Tizen. Beberapa hari lalu, Samsung mengumumkan bahwa mereka akan memberikan Rp13,4 miliar untuk pengembang aplikasi Tizen.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.