Cara Baru Google Lawan Terorisme di YouTube

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 23 Jul 2017 13:32 WIB
youtubegoogle
Cara Baru Google Lawan Terorisme di YouTube
Cara terbaru YouTube melawan terorisme adalah Redirect Method. (Shutterstock)

Metrotvnews.com: Bulan lalu, Google menjelaskan berbagai langkah yang mereka ambil untuk mengatasi masalah konten ekstremisme dan terorisme.

Beberapa hari lalu, Google mengumumkan adanya inisiatif baru di YouTube untuk menjauhkan orang-orang dari video propaganda terorisme dan justru menunjukkan konten yang melawan pesan ekstremisme. 

Disebut Redirect Method, metode ini akan membuat pengguna yang mencari menggunakan kata kunci tertentu di YouTube ke video anti-terorisme, lapor Engadget. Tim Jigsaw Google telah bekerja sama dengan Moonshot CVE, perusahaan yang bekerja bersama klien untuk melawan "ektremisme penuh kekerasan" untuk mengembangkan metode baru ini. 

Moonshot CVE berhasil melakukan riset ekstensif terkait pengertian tentang bagaimana grup ekstremis menggunakan internet dan teknologi untuk menyebarkan besan mereka sebelum mencari alat yang tepat untuk digunakan di YouTube. 

Google mengatakan, ini adalah tahap peluncuran awal dari Redirect Method. Mereka berkata, ke depan, mereka akan terus menambahkan berbagai fitur baru.

Khususnya, mereka ingin agar platform YouTube bisa mengerti kata kunci terkait ekstremisme dan terorisme dalam bahasa selain bahasa Inggris dan menggunakan metode pembelajaran mesin agar platform tersebut dapat secara otomatis memperbarui daftar kata kunci terkait terorisme dan ekstremisme. 

Google juga berencana untuk bekerja sama dengan lembaga masyarakat ahli untuk membuat lebih banyak video yang memberikan pesan anti-terorisme yang ditujukan pada orang-orang yang ada dalam tahap radikalisasi yang berbeda.

Dengan kata lain, orang-orang yang telah melakukan pencarian terkait ekstremisme lebih mendalam akan mendapatkan video yang berbeda dari orang yang baru saja menunjukkan ketertarikan pada ekstremisme. 

Terakhir, perusahaan teknologi raksasa itu juga berkata mereka akan berkolaborasi dengan Moonshot CVE untuk menerapkan Redirect Method di Eropa. Sayangnya, Google tidak menjelaskan dimana saja metode ini sudah digunakan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.