Telegram Bakal Bentuk Tim Khusus untuk Indonesia

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 16 Jul 2017 21:45 WIB
kominfoaplikasitelegram
Telegram Bakal Bentuk Tim Khusus untuk Indonesia
Ilustrasi: Newsweek

Metrotvnews.com: Layanan pengirim pesan Telegram akhirnya mengatakan bahwa mereka tengah menyiapkan berbagai langkah untuk menindaklanjuti permintaan pemerintah Indonesia, setelah akses layanannya diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Keputusan ini juga diambil setelah pihak Kemenkominfo mengatakan telah menghubungi Telegram berkali-kali, dan sang pemilik Pavel Durov tidak memberikan tanggapan.

Ditambah lagi, satu halaman Instagram miliknya mendapatkan sekitar 40 ribu komentar, dan mayoritas berasal dari warganet Indonesia, yang menyampaikan aspirasi terkait pemblokiran Telegram.

Durov sendiri mengakui bahwa ia tidak segera menanggapi permintaan dari Kemenkominfo pada saat itu. Ia tengah menyiapkan tim moderator yang paham akan kebudayaan Indonesia. Kebijakan ini diambil demi menghapus konten yang berhubungan dengan terorisme.

“Kami sedang membentuk tim moderator yang paham akan bahasa dan kebudayaan Indonesia, agar bisa memproses laporan konten yang berhubungan dengan terorisme lebih cepat dan lebih akurat,” kata Durov seperti yang dikutip dari Aljazeera.

Durov juga melanjutkan, mulai saat ini, Telegram telah memblokir langsung saluran percakapan berbau terorisme yang telah dilaporkan oleh pihak Kemenkominfo. Langkah pemerintah ini juga dinilai sebagai pencegahan orang-orang bergabung dengan gerakan berbau terorisme, terutama setelah muncul ancaman keamanan yang terjadi di kawanan Asia Tenggara.

Telegram sendiri merupakan layanan pengirim pesan seperti WhatsApp, yang muncul pada tahun 2013. Sistim enkripsi yang terpasang memungkinkan pihak luar tidak bisa mengakses percakapan, apalagi menyimpan data cadangannya. Sistim ini memungkinkan pengguna mengirim pesan, kemudian mengatur waktu penghapusannya sesuka hati, sehingga datanya juga tidak akan tersimpan di server.


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

15 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.