Twitter Enggan Blokir Kicauan Trump, Ini Alasannya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 28 Sep 2017 11:50 WIB
media sosialamerika serikattwitterdonald trump
Twitter Enggan Blokir Kicauan Trump, Ini Alasannya
Sebuah kicauan Presiden Trump dianggap sebagai deklrasi perang. (AP Photo)

Metrotvnews.com: Di Twitter, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tampaknya boleh mengatakan apapun yang dia mau. Pada awal minggu ini, Twitter menjelaskan alasan mereka untuk tidak menghapus kicauan sang presiden yang dianggap sebagai "deklarasi perang" oleh Korea Utara. 

"Sebagian orang mungkin bertanya-tanya mengapa kami belum menghapus tweet yang membuat hubungan dengan Korea Selatan memanas," tulis Twitter dalam sebuah kumpulan kicauan.

"Kami memberlakukan peraturan yang sama untuk semua akun dan mempertimbangkan sejumlah faktor untuk menentukan apakah tweet melanggar peraturan. Salah satu faktor itu adalah 'nilai berita' dan apakah sebuah kicauan memengaruhi kepentingan masyarakat."

Dengan kata lain, seperti yang disebutkan oleh CNET, sang presiden mendapatkan perlakuan khusus meski dua bulan lalu, Twitter menyebutkan bahwa mereka tidak akan memberikan perlakuan khusus pada akun Trump karena dia adalah seorang presiden. Satu hal yang harus diingat adalah Trump menggunakan akun pribadinya dan bukan akun resmi presiden AS. 

"Tidak banyak orang memililiki mimbar perisak seperti para presiden," ujar Karen North, pemimpin dari program media sosial digital di University of Southern California. Dia merasa, banyak kicauan Trump yang hampir melanggar Amandemen Pertama. 

"Salah satu masalah yang ada, menurut kami, seorang presiden seharusnya memiliki standar yang lebih tinggi. Sangat mengejutkan ketika kita melihat seorang presiden mengatakan sesuatu yang kita anggap melanggar norma sosial dan orang-orang mencari cara untuk mengkritik itu," katanya. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.