Teknologi Huawei Juga Bisa Rancang Solusi Manajemen Bencana

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 12 Dec 2018 12:44 WIB
huaweitelekomunikasi
Teknologi Huawei Juga Bisa Rancang Solusi Manajemen Bencana
Konsep 2P2R dari solusi manajemen bencana berbasis teknologi.

Jakarta: Dikenal sebagai perusahaan penyedia teknologi consumer lewat device dan juga enterprise berupa infrastruktur teknologi jaringan dan komunikasi Huawei juga punya implementasi lain dari keahliannya tersebut.

Dalam undangan di kantor Huawei Indonesia di Jakarta, mereka mempresentasikan solusi manajemen bencana Huawei yang sudah diimpelementasikan di beberapa negara dan coba ditawarkan kepada pemerintah Indonesia.

"Bencana alam bukan hal baru bagi Indonesia khususnya kawasan Asia. Pada setiap bencana kehilangan berupa korban jiwa dan economic loss pasti sangat besar. Kami (Huawei) ingin menjelaskan bahwa teknologi juga bisa dimanfaatkan menyusun solusi manajemen bencana," ungkap Executive Product Manager Huawei Indonesia Arri Marsenaldi.

Teknologi solusi manajemen bencana dari Huawei ini mengusung konsep 2P2R yaitu "Prevention, Pre-Warning, Response, Recovery" yang seluruhnya bisa memanfaatkan teknologi dari Huawei.

Pada tahap Prevention atau pencegahan Huawei menawarkan dukungan teknologi mapping terkait data penting dari sebuah area.



"Pada mapping kita bisa memanfaatkan data dari badan BMKG dan sejenisnya untuk bisa diolah menjadi sebuah data lengkap. Jadi Huawei hanya menyediakan solusi dan platform tapi pengelolaan data sepenuh dipegang oleh lembaga atau badan yang menggunakannya, misalnya Badan SAR Nasional" jelas Arri.

Arri menambahkan Huawei juga bisa menyediakan dukungan untuk membuat simulation training atau pelatihan dalam bentuk video atau animasi.

Beralih ke tahap Pre-Warning bagian ini implementasi teknologi yang dihadirkan dalam bentuk disaster risk assessment menggunakan teknologi IoT (Internet of Things).

"Pada bagian ini digunakan beragam sensor yang ada untuk mendeteksi kondisi geografis jadi kita bisa mendapatkan peringatan awal. Hasilnya akan dihubungkan dengan sebuah aplikasi atau layanan panggilan darurat yang langsung berfungsi saat ada peringatan bencana alam," jelas Arri.

Titik utama dari seluruh data yang dikumpulkan secara real-time tersebut dikelola lewat EOC (Emergency Operation Center) yang memudahkan komunikasi antara badan yang bertugas dalam penanganan bencana alam sehingga bisa memberikan fast response di lokasi bencana atau masuk ke tahap Response.



Arri menjelaskan lewat jaringan teknologi Huawei bisa disediakan kualitas komunikasi panggilan dan visual video yang berkualitas di EOC, meskipun lokasi bencana tersebut tidak menyediakan akses komunikasi yang memadai.

"Huawei memiliki inovasi eLTE yaitu jaringan LTE yang digunakan khusus untuk kebutuhan komunikasi antara petugas yang bertugas dan korban di lokasi bencana. Biasanyanya alat dan jaringan komunikasi kedua pihak menggunakan jaringan yang berbeda dan infrastruktur komersial pasti padam apabila pasokan listrik dari PLN juga dipadamkan," jelas Arri.

Hasil akhirnya di tahap Recovery, pengguna solusi manajemen bencana dari Huawei ini diklaim mampu mendapatkan perhitungan lengkap terkait kerugian dan data yang terkumpul saat bencana terjadi bisa menjadi sumber data untuk persiapan mewaspadai bencana selanjutnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.