Bandingin.com Ingin Mudahkan Masyarakat Beli Asuransi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 09 Nov 2018 16:21 WIB
startup
Bandingin.com Ingin Mudahkan Masyarakat Beli Asuransi
Ilustrasi

Jakarta: Banyak startup teknologi finansial (fintech) yang fokus untuk membantu orang-orang yang tidak memiliki akses pada layanan perbankan, seperti pinjaman.

Lain halnya dengan Bandingin.com. Startup ini justru ingin memudahkan masyarakat Indonesia untuk bisa membeli dan mendapatkan informasi tentang asuransi.

Anirudh Jain, Pendiri Bandingin mengatakan bahwa dari 1.500 orang yang mereka survei, sebanyak 67 persen mengatakan bahwa mereka tidak membeli asuransi bukan karena tidak mau, tapi karena mereka tidak tahu produk asuransi apa yang harus mereka beli dan tempat membeli asuransi.

"Kami ingin mengedukasi pelanggan tentang asuransi, agar mereka bisa tahu cara yang lebih baik untuk melindungi diri mereka dan keluarga mereka," kata pria yang akrab dengan panggilan Anirudh ini saat mengunjungi kantor Medcom.id, Jumat, 9 November 2018.

Bandingin.com diluncurkan pada Mei tahu ini. Mereka telah bekerja sama dengan 12 perusahaan asurans di Indonesia. "Pada Mei tahun depan, satu tahun setelah situs kami diluncurkan, kami ingin bisa menambah rekan perusahaan asuransi menjadi 20 perusahaan," katanya.


Tampilan situs Bandingin.com

Selain menyediakan jasa perbandingan asuransi online, Bandingin.com juga menampilkan konten terkait asuransi, mulai dari apa itu asuransi hingga cara untuk memilih asuransi yang sesuai.

Dia mengatakan, jika seseorang membeli tiket pesawat untuk pergi ke suatu tempat, tidak peduli harga tiket yang dia beli, dia akan bisa sampai di tempat tujuan. Lain halnya dengan asuransi.

Produk termurah belum tentu pilihan terbaik bagi konsumen. Ketika seseorang membeli asuransi dengan premi yang murah, terkadang ada beberapa kejadian yang tidak dijangkau oleh  asuransi, ungkap Anirudh.

Selain itu, terkadang proses klaim juga sulit dilakukan. Ini akan menciptakan pengalaman negatif yang justru membuat masyarakat enggan untuk membeli asuransi.

Saat ditanya mengapa Bandingin.com memutuskan untuk meluncurkan produknya di Indonesia, Anirudh menjelaskan bahwa dia melihat ada kebutuhan akan layanan ini di Indonesia.

"Di banyak negara, tingkat penetrasi asuransi sudah tinggi, pemahaman masyarakat akan asuransi juga lebih baik. Sementara di Indonesia, masyarakat kurang paham tentang asuransi dan tingkat penetrasinya pun masih rendah. Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk memberikan dampak pada masyarakat," katanya.

Anirudh menegaskan, startup miliknya bekerja sama dengan perusahaan asuransi dan bukannya dengan para agen. Menurutnya, ini adalah salah satu hal yang membedakan layanan dari Bandingin.com dengan pesaing.

"Pesaing kami menawarkan produk masih berdasarkan harga, menunjukkan produk termurah yang perusahaannya akan memberikan komisi terbesar pada mereka," ujarnya.

"Sementara kami, kami memberikan saran berdasarkan produk, produk mana yang paling membantu konsumen."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.