Di Pengadilan Eropa, Qualcomm Kalah dari Apple

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 12 Oct 2018 11:11 WIB
applequalcomm
Di Pengadilan Eropa, Qualcomm Kalah dari Apple
Apple menang melawan Qualcomm di Munich.

Jakarta: Dalam pertarungan hukum yang terjadi di berbagai negara, Apple mendapatkan kemenangan pertama dari Qualcomm dari pengadilan daerah Munich. 

iPhone 7 dan 7 Plus tidak melanggar paten Eropa Qualcomm, EP1199750 yang mencakup "skema interkoneksi pasca-pasivasi di atas sebuah chip", menurut keputusan tiga hakim, lapor FOSS Patents.

Keputusan ini diambil satu minggu setelah proses pengadilan dimulai. Ini menunjukkan bahwa jika Qualcomm mengajukan banding ke Munich Higher Regional Court, mereka mungkin tetap tidak akan menang, menurut laporan Apple Insider. 

Saat ini, masih ada beberapa kasus antara Apple dan Qualcomm yang masih berlangsung. Salah satunya akan berlangsung pada 8 November dan satu lagi akan diadakan pada Desember.

Kedua kasus ini akan ditangani oleh pengadilan di Munich. Sementara kasus-kasus lainnya akan dibahas dalam pengadilan di Mannheim. 

Apple pertama kali menuntut Qualcomm pada Januari 2017. Sejak itu, Apple dan Qualcomm telah saling menuntut satu sama lain di berbagai belahan dunia. Pada saat yang sama, dua perusahaan itu harus berurusan dengan banyak badan regulasi. 

Pada September, Komisi Dagang Internasional Amerika Serikat memutuskan untuk tidak melarang impor iPhone meskipun mereka memutuskan bahwa Apple telah melanggar paten Qualcomm.

Mengingat proses produksi iPhone dilakukan di luar AS, jika Apple dilarang melakukan impor, maka ini akan menyebabkan masalah serius pada perusahaan asal Cupertino itu. 

Apple menuduh bahwa Qualcomm menyalahgunakan posisinya sebagai pemimpin pasar untuk meminta royalti yang terlalu tinggi.

Sementara Qualcomm mengatakan bahwa Apple telah melanggar paten mereka. Selain itu, Qualcomm juga menuduh Apple telah membocorkan rahasia mereka pada Intel


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

22 hours Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.