Tesla Model S Bisa Dibobol Hacker

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 23 Oct 2018 15:47 WIB
teslacyber security
Tesla Model S Bisa Dibobol Hacker
Tesla Model S.

Jakarta: Mobil Tesla memang memiliki teknologi canggih, tapi itu bukan berarti sistem keamanannya sudah sempurna. Sebuah video menunjukkan bagaimana mobil Tesla bisa dicuri dengan meniru frekuensi yang dikeluarkan oleh key fob mobil.

Video yang bisa Anda tonton di bawah ini menunjukkan dua pencuri yang mengendap-endap mendekati Tesla Model S pada malam hari ketika ia diparkir di halaman di Inggris. Menggunakan smartphone dan tablet secara bersamaan, kedua pencuri itu bisa mengetahui frekuensi yang digunakan oleh key fob mobil. 

Padahal, sang pemilik mobil mengaku bahwa key fob tersebut ada di belakang rumah. Para pencuri ini kemudian memancarkan frekuensi yang sama ke arah mobil, membuat mobil berpikir bahwa sang pemilik tengah menggunakan key fob untuk membuka kunci.



Pencurian seperti ini memang salah satu bahaya akan fitur keyless entry pada mobil. Tesla juga telah memeringatkan para penggunanya di Inggris akan kasus pencurian menggunakan metode ini, menurut laporan The Verge.

Ada beberapa hal Tesla lakukan untuk mencegah para pencuri mengambil mobil buatan mereka. Tesla belum lama ini merilis fitur two-factor yang disebut "PIN to drive". Pada dasarnya, melalui fitur ini, pengguna baru bisa menjalankan mobil setelah dia memasukkan kode PIN pada touchscreen di dalam mobil.

Mereka juga mengingatkan para pemilik mobil bahwa mematikan fitur passive entry akan membuat mobil mereka lebih aman meski itu akan mengurangi tingkat kenyamanan penggunaan. Fitur passive entry membuat mobil secara otomatis membuka kunci dan pintu ketika ia mengenali bahwa pemiliknya mendekat dengan membawa key fob.

Salah satu cara untuk menghindari pencurian dengan teknik ini adalah dengan memasukkan key fob mobil dalam sebuah "kantong faraday", sehingga kunci tidak bisa memancarkan sinyal yang bisa diketahui oleh para pencuri.

Dalam kasus ini, sang pemilik mengaku bahwa dia memang tidak memiliki perlindungan itu. Seolah itu tidak cukup buruk, para pencuri tampaknya dapat mematikan fitur remote access sehingga baik sang pemilik atau Tesla tidak bisa melacak lokasi mobil tersebut.

Untungnya, wajah kedua pencuri tertangkap kamera karena pada waktu pencurian, mobil sedang diisi baterainya dan kedua pencuri ini tampaknya tidak tahu cara untuk melepaskan mobil dari tempat pengisian baterai.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.