Dominasi Samsung Tergerus Huawei dan Xiaomi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 03 Nov 2018 12:12 WIB
samsungxiaomihuaweismartphone
Dominasi Samsung Tergerus Huawei dan Xiaomi
Samsung Galaxy S9. (Medcom.id)

Jakarta: Penjualan ponsel Samsung terus turun. Tren ini muncul sejak akhir tahun lalu dan terus berlanjut hingga tahun ini. 

Baik IDC dan Strategy Analytics melaporkan bahwa penjualan smartphone Samsung turun sekitar 13 persen pada kuartal terakhir.

Pada Q2, penjualan Samsung turun 10 persen, sementara pada Q1, penjualan ponsel Samsung juga mengalami penurunan, meski kecil, yaitu 2 persen. Pada Q4 2017, penjualan Samsung juga telah turun empat persen. 

Ini adalah bukti bahwa Samsung Galaxy Note 9 dan Galaxy S9 kalah bersaing dengan para pesaingnya di kelas premium.

Tidak hanya itu, Samsung juga mulai kehilangan pengguna di kelas menengah dan kelas pemula, lapor The Verge. Sebaliknya, penjualan ponsel Huawei, pesaing utama Samsung dari Tiongkok, justru meroket. 

Pada kuartal ini, pengiriman ponsel Huawei naik 32 persen. Dengan ini, Huawei berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai perusahaan smartphone terbesar kedua, mengalahkan Apple. Salah satu hal yang mendorong pertumbuhan penjualan ini adalah Huawei P20.

Ini membuat para konsumen mulai mempertimbangkan untuk menggunakan smartphone buatan Huawei dan juga ponsel kelas menengah di bawah merek Honor. 

Menariknya, Huawei tidak beroperasi di Amerika Serikat. Di sana, mereka kesulitan untuk beroperasi karena badan intelijen seperti CIA, FBI, dan NSA mengeluarkan peringatan untuk tidak menggunakan produk Huawei. 

Xiaomi, perusahaan Tiongkok yang merupakan pesaing Samsung, juga mengalami pertumbuhan penjualan. Pengiriman smartphone Xiaomi naik 20 persen pada kuartal terbaru. Ini menjadikan Xiaomi duduk di peringkat empat, tepat di belakang Apple. 

"Samsung kalah dari Huawei, Xiaomi, dan perusahaan Tiongkok lain di pasar Tiongkok dan India," kata Executive Director, Strategy Analytics, Neil Mawston. "Samsung harus bisa menyelesaikan masalah mereka di Tiongkok dan India sebelum terlambat."

Samsung mengaku bahwa mereka kesulitan untuk bersaing di pasar kelas menengah dan kelas pemula. Namun, dalam laporan keuangan, mereka mengimplikasikan bahwa kondisi ini akan membaik. Samsung memperkirakan, pengiriman smartphone akan naik pada Q4, utamanya berkat Galaxy A7 dan A9 mereka.

Samsung juga menduga bahwa pasar smartphone akan kembali tumbuh pada 2019. Meskipun begitu, tidak ada jaminan bahwa mereka akan diuntungkan oleh pertumbuhan itu. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.