Google Tanam Rp7,7 Triliun ke E-Commerce Tiongkok JD.Com

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 18 Jun 2018 16:22 WIB
Google Tanam Rp7,7 Triliun ke E-Commerce Tiongkok JD.Com
Kantor JD.com di Beijing, Tiongkok. (Tech Crunch)

Jakarta: Layanan Play Store milik Google tidak bisa diakses sepenuhnya di kawasan Tiongkok. Google mencoba menggunakan cara lain untuk memperkuat eksistensinya di negara tersebut.

Dikutip dari TechCrunch, Google telah melakukan investasi ke e-commerce Tiongkok JD, yang operasionalnya sudah cukup luas, dan kuat di kawasan Asia termasuk Indonesia lewat nama JD.id. Google melakukan investasi senilai USD550 juta atau Rp7,7 triliun.

Dalam sebuah pernyataan bersama antara JD.com dan Google, kedua pihak akan berkolaborasi dalam rangkai strategi pengembangan layanan ritel di kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keahlian JD yang menggunakan teknologi robot dalam fasilitas pergudangannya akan diintegrasikan dengan kemampuan platform Google Shopping yang akan membantu dan mempermudah pelanggan dalam berbelanja online lewat kemampuan mesin pencarian Google.

Belum ada bayangan dan informasi jelas bentuk kerja sama Google dan JD.com setelah proses investasi ini. Satu hal yang jelas, Google telah mengambil langkah strategis untuk mempererat dirinya dengan raksaka internet dan teknologi dari Tiongkok, mengingat negara tersebut kini tengah agresif menggenjot perkembangan teknologinya.

Di sisi JD.com, kerja sama ini memungkinkan mereka  menyentuh pasar Eropa dan Amerika Serikat yang selama ini lebih didominasi oleh Amazon yang belakangan juga mulai menjangkau negara-negara Asia.

Teknologi Google akan menjadi alat sekaligus akses bagi JD.com untuk bisa menjadi e-commerce besar dan kompetitor langsung Amazon.

JD.com atau yang di negara asalnya dikenal sebagai Jingdong didirikan oleh Liu Qiangdong di tahun 1998, yang awalnya memiliki domain bernama 360buy.com. Di tahun 2013 baru berganti menjadi JD.com. Perusahaan ini juga menampung saham yang dimiliki Tencent.
(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.