NSA Hapus Ratusan Rekaman Telepon

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Jul 2018 16:13 WIB
cyber security
NSA Hapus Ratusan Rekaman Telepon
NSA hapus ratusan juta rekaman telepon dan SMS. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Jakarta: NSA (National Security Agency/Badan Keamanan Nasional) mengungkap bahwa mereka mulai menghapus rekaman telepon pada bulan Mei.

Ini setelah mereka mengetahui bahwa informasi yang diberikan oleh para operator telekomunikasi menyertakan informasi yang tidak boleh mereka gunakan. 

Menurut laporan New York Times, jumlah rekaman yang NSA hapus mencapai "ratusan juta". NSA mengatakan bahwa dari semua rekaman yang mereka hapus, ada yang sudah mereka dapatkan pada 2015.

Mereka mulai menghapus rekaman panggilan pada 23 Mei, setelah sadar bahwa rekaman itu mengandung data yang tidak boleh mereka gunakan.

Contoh data yang tidak boleh NSA gunakan adalah panggilan telepon dan SMS dari orang-orang yang tidak pernah berhubungan dengan orang yang menjadi target dari badan tersebut.

NSA mengatakan, data yang mereka hapus tidak bisa digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang diperlukan. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk menghapus informasi tersebut.

General Counsel, NSA, Glenn S. Gerstell berkata pada New York Times bahwa masalah ini berawal ketika satu atau lebih operator memberikan informasi terlalu banyak karena "beberapa glitch teknis yang rumit".

Dia berkata, NSA telah bekerja sama dengan para operator untuk menyelesaikan masalah tersebut.

NSA memang memiliki otoritas untuk mengumpulkan rekaman telepon dan SMS dari operator menurut peraturan Hukum Patriot 2001 untuk mencari dan menemukan terduga teroris.

Namun, Hukum Kebebasan AS pada 2015 telah membatasi rekaman yang bisa dikumpulkan oleh NSA. Meskipun begitu, badan tersebut tetap mengumpulkan lebih dari 151 juta rekaman pada 2016 dan 534 juta rekaman pada 2017.

Program pengumpulan data rahasia oleh NSA dibocorkan oleh mantan kontraktor Edward Snowden pada 2013. Hal ini membuat banyak orang marah dan mendorong pemerintah untuk membuat Hukum Kebebasan pada 2015


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.