Desain Baru Kurang Bagus, Saham Snap Turun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 03 May 2018 07:36 WIB
media sosialsnapchat
Desain Baru Kurang Bagus, Saham Snap Turun
Saham Snap turun. (AFP PHOTO / LIONEL BONAVENTURE)

Jakarta: Harga saham Snap, perusahaan di balik Snapchat, turun 17 persen setelah perusahaan mengungkap bahwa perombakan desain yang mereka lakukan membuat jumlah pengguna baru turun.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2018, Snapchat hanya memiliki empat juta pengguna baru, setengah dari perkiraan sebelumnya. Memang, Snap telah memeringatkan bahwa jumlah pengguna baru dan penghasilan akan melambat pada kuartal dua.

Harga saham Snap turun karena jumlah pengguna aktif harian Snapchat berbanding lurus dengan jumlah pendapatan yang mereka dapatkan. 

Menurut laporan BBC, pendapatan Snap naik lebih dari 50 persen menjadi USD230,7 juta (Rp3,2 triliun) pada kuartal pertama. Namun, angka ini masih lebih rendah dari perkiraan para analis. S

Snap menyebutkan bahwa perombakan desain menyebabkan "gangguan kebiasaan pengguna" dan membuat sebagian pengiklannya khawatir. Laporan keuangan kuartal ini jauh berbeda dengan kuartal akhir tahun lalu. Ketika itu, Snapchat mendapatkan 8,9 juta pengguna baru.

Itu merupakan pertumbuhan pengguna terbesar Snapchat sejak mereka melakukan IPO pada Maret 2017. Perombakan desain yang Snap lakukan bertujuan untuk menarik pengguna baru. Tapi, desain baru Snapchat tidak disukai para penggunanya. 

Snap menyadari dampak buruk dari desain baru aplikasi media sosialnya. Meskipun begitu, mereka berkeras untuk tetap menggunakan desain baru itu. Mereka percaya, dalam jangka panjang, desain baru tersebut akan mendorong pertumbuhan pengguna. 

"Perombakan desain merupakan fondasi untuk masa depan dari produk komunikasi dan platform media kami dan kami tidak sabar untuk mengembangkan keduanya," kata CEO Snap Evan Spiegel dalam konferensi bersama para analis. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.