Evernote Rumahkan 54 Karyawan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 20 Sep 2018 08:16 WIB
aplikasi
Evernote Rumahkan 54 Karyawan
Evernote merumahkan puluhan karyawannya.

Jakarta: Sudah menjadi rahasia umum bahwa Evernote, aplikasi produktivitas yang memungkinkan pengguna membuat catatan dan mengatur data mereka, kini sedang kesulitan untuk kembali menjadi salah satu aplikasi paling populer di Amerika Serikat. 

Dua minggu lalu, TechCrunch melaporkan bahwa Evernote telah kehilangan beberapa eksekutif paling seniornya, termasuk CTO Anirban Kundu, CFO Vincent Toolan, CPO Erik Wrobel dan Head of HR Michelle Wagner. 

Sekarang, Chris O'Neill -- yang menjabat sebagai CEO Evernote sejak 2015 -- memberikan kabar buruk baru. Evernote akan merumahkan puluhan karyawannya.

Dalam sebuah pertemuan dengan semua karyawan, dia mengumumkan bahwa Evernote akan memecat 54 orang, sekitar 15 persen dari total karyawan Evernote.

Alasannya adalah karena Evernote ingin memfokuskan pekerjaan karyawannya pada hal-hal tertentu saja, seperti pengembangan produk dan teknis. 

Masa depan Evernote terlihat suram. Narasumber TechCrunch menyebutkan bahwa hanya masalah waktu sebelum Evernote tutup. Dia menyebutkan, pengguna Evernote tidak lagi bertumbuh selama enam tahun belakangan dan produk Evernote untuk enterprise tidak terlalu diminati. 

Selain itu, Evernote juga mungkin akan mengalami kekurangan dana. Selama ini, Evernote telah berhasil mendapatkan USD300 juta dari berbagai investor termasuk Sequoia Capital, New Enterprise Associates dan T. Rowe Price. Namun, pendanaan terakhir yang mereka dapatkan adalah USD6 juta pada 2013. 

Dalam sebuah tulisan, O'Neill menjelaskan strategi Evernote di masa depan, yaitu "beroperasi dengan tim pemimpin yang lebih fokus" dan "bekerja dengan lebih efisien" dan juga "mempercepat pengembangan produk, baik dari segi kualitas maupun waktu peluncuran."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.