Tekan Pasar Gelap, Xiaomi Kunci ROM Ponsel?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 01 Oct 2018 14:07 WIB
xiaomi
Tekan Pasar Gelap, Xiaomi Kunci ROM Ponsel?
Smartphone Xiaomi. (Android Central)

Jakarta: Xiaomi di Indonesia di kenal kerap absen memboyong smartphone kelas premiumnya ke sini sehingga banyak konsumen yang memilih membeli secara ilegal alias black market.

Hal tersebut juga kerap dilakukan konsumen Indonesia lantaran ingin segera memiliki smartphone Xiaomi yang lebih dulu dirilis di Tiongkok. Tentunya, smartphone Xiaomi tersebut hadir dengan bawaan ROM Tiongkok yang kemudian di-flashing sehingga berjalan di ROM Global.

Hal tersebut kini akan dicegah langsung oleh Xiaomi. Kabar tersebut dikutip Medcom.id dari forum resmi Xiaomi miui.com.

Administrator forum menyebutkan pengumuman terbaru untuk pengguna perangkat Xiaomi buatan Tiongkok. Disebutkan bahwa Xiaomi Tiongkok yang menjadi penyuplai produk untuk pasar Tiongkok akan mengunci ROM produk mereka.



Artinya, produk dengan ROM bawaan ROM versi Tiongkok tidak akan bisa di flashing untuk menjalankan ROM Global. Begitu juga dengan produk Xiaomi versi ROM Global juga tidak akan bisa berjalan di ROM Tiongkok.

Admin forum tersebut menengaskan agar para Mi Fans, sebutan penggemar Xiaomi, untuk membeli produk Xiaomi lewat toko resmi yang ada di masing-masing negaranya.

Secara tidak langsung, Xiaomi meminimalisir aksi pembelian produknya lewat black market. Bagi pengguna yang belum mengetahui, produk dengan ROM Tiongkok umumnya tidak menyediakan ekosistem layanan Google seperti versi ROM Global.

Jadi seluruh aplikasi dari ROM Tiongkok hadir dengan bahasa Mandarin dan didukung oleh layanan internet Tiongkok seperti Tencent, dan lain-lain. Konsumen juga tidak akan menemukan banyak layanan utama Google, seperti Google Play Store.


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.