Go-Jek Ekspansi ke Singapura Akhir Bulan Ini?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 04 Oct 2018 12:01 WIB
Go-Jek Ekspansi ke Singapura Akhir Bulan Ini?
Ilustrasi. (AFP PHOTO / Bay ISMOYO)

Jakarta: Go-Jek berencana melakukan ekspansi ke Singapura, markas besar pesaing utamanya, Grab. 

Go-Jek kini menjadi perusahaan dengan nilai USD5 miliar dan mendapatkan dukungan modal dari perusahaan besar seperti Google dan Tencent. Mereka berhasil melakukan ini tanpa harus melakukan ekspansi dari negara asal mereka, Indonesia.

Meski pada awalnya hanya menawarkan layanan ojek, Go-Jek kini menawarkan berbagai layanan lain, termasuk pembayaran mobile

Sekarang, Go-Jek memutuskan ekspansi ke negara-negara di Asia Tengara, setelah Uber tidak lagi beroperasi di kawasan itu pada Maret lalu. Go-Jek telah melebarkan sayapnya ke Vietnam lalu ke Thailand. Di sana, mereka telah merekrut para pengendara ojek. 

Walau Singapura memiliki pasar yang tidak terlalu besar, negara itu memiliki nilai simbolis, dikutip TechCrunch. Go-Jek telah berencana masuk ke negara itu sebelum akhir Oktober. Sayangnya, saat ini, masih belum diketahui apa rencana Go-Jek di negara maju tersebut.

Berbeda dengan Indonesia, Vietnam, dan Thailand, pemerintah Singapura tidak mengizinkan keberadaan ojek. Karena itu, Go-Jek harus menyediakan layanan mobil sejak awal. 

Diskusi Go-jek dengan ComfortDelGro masih berjalan. ComfortDelGro merupakan operator taksi terbesar yang sebelum ini memiliki perjanjian dengan Uber. Jika diskusi dengan Go-jek gagal, ada kemungkinan  mereka akan meluncurkan layanan ride-hailing sendiri untuk bersaing dengan Grab. 

Go-Jek juga tengah berdiskusi dengan para investornya untuk mendapatkan kucuran dana segar sebesar USD2 miliar untuk mendanai ekspansi mereka. 

Grab didirikan di Malaysia. Namun, mereka telah memindahkan markas mereka ke Singapura. Di sana, mereka mendaftarkan diri sebagai perusahaan. Belum lama ini, Grab telah menjadi perusahaan dengan valuasi USD11 miliar.

Setelah Uber memutuskan berhenti operasi di Asia Tenggara, banyak konsumen Singapura yang protes akan ketiadaan opsi layanan ride-hailing. Pemerintah Singapura juga telah menetapkan bahwa merger antara Uber dengan Grab melanggar regulasi.

Meskipun begitu, Co-founder Grab Hooi Ling Tan mengatakan bahwa di Singapura, persaingan tetap hidup. Ini akan menjadi kenyataan ketika Go-Jek memulai bisnisnya di Singapura. 
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.