Badan Intelijen AS Ingin Ganti Agen Rahasia dengan Teknologi AI

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 24 Apr 2018 15:32 WIB
Badan Intelijen AS Ingin Ganti Agen Rahasia dengan Teknologi AI
Demonstrasi teknologi CCTV di Tiongkok yang menggunakan teknologi AI untuk mengenali wajah setiap orang. (Gilles SabriƩ /THE WASHINGTON POST)

Jakarta: Profesi ala James Bond 007 mungkin di masa depan atau beberapa tahun lagi tidak akan meenjadi patokan sebuah agen rahasia terhebat, sebab badan intelijen di Amerika Serikat yakni CIA berniat menggantikan peran mereka dengan teknologi.

Teknologi AI (Artificial Inteligence) atau kecerdasan buatan tengah disiapkan CIA sebagai pengganti agen rahasia, dikutip dari The Next Web. Deputy Director for Technolgy Development CIA Dawn Meyerriecks menutukan rencana tersebut dalam sebuah konferensi.

Alasan penggunaan teknologi AI menurut Meyyeriecks adalah karena musuh negara saat ini terutama badan intelijen bukan lagi agen asing melaikan teknologi dan mesin yang dikendalikan. Menurutnya beberapa negara telah mencoba mengadopsi hal ini sebelumnya.

Meyyeriecks menuturkan bahwa teknologi digital surveillance atau pengawasan digital seperti yang tertanam pada pernagkat CCTV maupun teknologi nirkabel kini memiliki kemampuan tracking jauh lebih bbaik ketimbang physical tracking seperti yang dilakukan oleh agen rahasia.

Media sosial di ponsel juga dianggap sebagai teknologi sederhana untuk memata-matai. Di sisi lain media sosial juga bisa membahayakan keselamatan agen rahasia sehingga para agen rahasia di lapangan juga harus diberikan panduang untuk menghindari teknologi peangawasan digital.

Menariknya berdasarkan dokumen pemerintah di tahun 1984, diketahui bahwa CIA sejak tahun tersebut telah mengembangkan teknologi AI yang untuk kegiatan intelijen di saat orang lain masih berpikir bahwa AI hanya sebuah sains fiksi.

Teknologi AI dianggap dapat menuntaskan keahlian utama dari agen rahasia yakni bekerja tanpa terlihat dan diketahui, namun saat ini musuh mereka bukan lagi manusia, melainkan komputer yang juga bisa mendeteksi keberadaan agen rahasia.

Penanaman teknologi AI tersebut menurut Meyerriecks sudah dilakukan oleh 30 negara di dunia pada teknologi CCTV mereka. Misalnya contoh paling nyata adalah yang dilakukan Tiongkok dimana CCTV mereka mampu membantu pihak keamanan menangkap seseorang dalam waktu tujuh menit.
(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.