Proyek Penerus Vine Ditunda, Ada Apa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 07 May 2018 10:44 WIB
media sosialtwitter
Proyek Penerus Vine Ditunda, Ada Apa?
Pengembangan proyek v2 ditunda.

Jakarta: Salah satu pendiri Vine, Dom Hofmann mengumumkan bahwa rencananya untuk membuat penerus dari aplikasi video pendek Vine -- yang saat ini disebut v2 -- akan ditunda hingga "waktu tak tentu". Dia perlu memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah terkait pendanaan dan logistik. 

Pengumuman tersebut, yang dibuat di forum v2, diunggah kembali melalui akun Twitter v2 resmi. Memang, untuk sebagian orang, ini adalah kabar mengecewakan, tapi keputusan Hofmann untuk menunda peluncuran v2 masuk akal.

Pada bulan Januari lalu, Hofmann mengimplikasikan bahwa aplikasi v2 akan diluncurkan pada musim panas, atau sekitar bulan Juni sampai September. Itu adalah rencana yang sangat ambisius. 

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, Hofmann memulai proyek v2 tahun lalu. Dia sendiri mengaku dia tidak punya rencana terkait proyek tersebut dan hanya berusaha untuk menarik perhatian orang tentang penerus Vine tersebut.

Namun, proyek tersebut mendapatkan dukungan besar dari para penggemar Vine yang menyayangkan keputusan Twitter untuk menutup aplikasi tersebut pada Januari 2017. 

Sekarang, Hofmann berkata bahwa meski ada banyak orang yang tertarik dengan proyeknya, dia memerlukan waktu untuk memastikan bahwa aplikasi ini tidak gagal sebelum dia kembali mengerjakan proyek tersebut.

Dia mengatakan, dia membutuhkan pendanaan yang cukup banyak untuk memulai v2. Sebelum ini, dia berpikir bahwa dia akan bisa mendanai proyek ini sendiri. 

"Singkatnya, agar bisa sukses, proyek v2 harus sudah beroperasi sebagai perusahaan dengan pendanaan eksternal yang cukup, yang mungkin didapat dari investor," tulis Hoffman. "Ini sulit karena saya sudah memiliki perusahaan yang kini tengah mengembangkan proyeknya.

"Kebanyakan investor tidak akan senang jika saya membagi perhatian saya, dan saya sendiri tidak akan senang. Masalah ini kemungkinan bisa diselesaikan, tapi untuk melakukan itu akan membutuhkan waktu agar sumber daya yang diperlukan tersedia."

Perusahaan yang Hofmann maksud adalah Innerspace VR, studio hiburan imersif yang dia dirikan setelah menjual Vine ke Twitter beberapa tahun lalu. Hofmann tampaknya ingin fokus pada proyek VR miliknya dan menomorduakan proyek v2. 

Namun, Hofmann berencana untuk membiarkan forum v2 tetap aktif agar orang-orang bisa melakukan diskusi. Dia juga menyebutkan, jika ada pengumuman terbaru tentang v2, maka pengumuman tersebut akan muncul di forum tersebut. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.