Snapchat Ingin Bernilai Lebih dari USD25 Miliar

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 07 Oct 2016 17:06 WIB
snapchat
Snapchat Ingin Bernilai Lebih dari USD25 Miliar
Snapchat upayakan IPO yang memungkinkan valuasi perusahaannya mencapai USD25 miliar atau lebih.

Metrotvnews.com: Perusahaan induk Snapchat, Snap Inc, tengah mengupayakan Initial Public Offering (IPO), yang memungkinkan perusahaannya mencapai nilai hingga USD25 miliar atau lebih. Upaya Snap Inc untuk menjual sahamnya telah dilakukan sejak akhir Maret lalu.

IPO dengan nilai USD25 miliar secara signifikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan valuasi Snapchat terbaru, yaitu senilai USD17,81 miliar. Valuasi ini disimpulkan berdasarkan pendanaan yang diterima Snapchat sebesar USD1,81 miliar pada bulan Mei lalu.

Nilai yang diupayakan Snap Inc ini akan mewakili IPO terbesar yang ditawarkan oleh perusahaan teknologi, menggeser raksasa e-commerce asal Tiongkok yaitu Alibaba Group Holding Ltd. Raksasa e-commerce tersebut menawarkan sahamnya pada tahun 2014 lalu.

Snapchat dilaporkan telah berdiskusi dengan ahli di bidang perbankan terkait pelaksanaan IPO pada akhir tahun ini atau awal tahun 2017. Namun, perusahaan tersebut enggan berkomentar terkait rumor atau spekulasi rencana keuangannya.

Rumor terkait dengan IPO Snapchat muncul bersamaan saat saham perusahaan teknologi seperti Square Inc dan Box Inc diketahui publik. Valuasi Snapchat juga dilaporkan bertumbuh selama beberapa tahun terakhir setelah perusahaan ini menambahkan periklanan dan konten sponsor pada layanan pesan karyanya.

Snapchat juga memperkirakan akan memperoleh keuntungan dari periklanan sebesar USD1 miliar pada tahun 2017. Sementara itu, bocoran dokumen keuangan Snapchat tahun lalu mengungkap, perusahaan ini memperoleh keuntungan di bidang periklanan sebesar USD3,1 juta pada 11 bulan pertama tahun 2014.

Snapchat diperkirakan akan digunakan oleh 58,6 juta pengguna di Amerika Serikat pada akhir tahun 2016. Sementara itu, firma penelitian eMarketer memperkirakan angka tersebut akan meningkat sebesar 13,6 persen menjadi 66,6 juta pada tahun depan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.