Divisi Mobil Listrik LeEco Dapat Kucuran Dana Rp14 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 23 Sep 2016 16:34 WIB
leeco
Divisi Mobil Listrik LeEco Dapat Kucuran Dana Rp14 Triliun
Saat pameran LeSEE. (AFP PHOTO / STR / China OUT)

Metrotvnews.com: Divisi mobil listrik LeEco, LeSEE, mendapatkan dana sebesar USD1.08 miliar (Rp14 triliun) dari pembiayaan Seri A. Hal ini disampaikan oleh CEO LeEco, Jia Yueting dalam sebuah acara Gala Night yang diadakan di Beijing.

"Pendanaan senilai USD1.08 miliar merupakan rekor baru untuk industri otomotif global dan menjadi momentum bagi LeEco," kata Yueting dalam sebuah pernyataan resmi.

Ketika mengumumkan pendanaan ini, Yueting juga mengumumkan nama-nama investor LeSEE, yang merupakan lembaga keuangan milik negara Tiongkok dan konglomerat swasta.

"Partisipasi dari sejumlah institusi besar sebagai investor pendanaan menunjukkan bukti apresiasi mereka terhadap model bisnis ekosistem dan strategi global yang LeEco terapkan," kata Yueting. Dia juga mengatakan, LeSEE ingin dapat mempercepat pembangunan ekosistem transportasi listrik global yang didukung dengan teknologi internet cerdas.

LeEco mengandalkan ekosistem yang terdiri dari 4 elemen yaitu platform, konten, perangkat dan aplikasi. LeEco sendiri merupakan perusahaan yang juga bermain di industri smartphone. Mereka baru saja meluncurkan smartphone unggulannya, Le Pro 3 beberapa hari lalu.

Di bulan Januari tahun ini, LeEco mengumumkan kerjasama strategis dengan Faraday Future, sebuah perusahaan mobil listrik di Silicon Valley. Satu bulan kemudian, LeEco dan Aston Martin menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) untuk membuat perusahan patungan Electric Vehicles.

Di bulan April, Aston Martin Rapide S menjadi salah satu konsep awal mobil LeSEE yang LeEco pamerkan di pameran Auto China.

Sebagai perusahaan, LeEco memiliki 4 fokus utama yaitu electrification, intelligence, connectivity dan sharing. Mereka menjadi salah satu perusahaan internet yang masuk ke dalam industri pembuatan mobil.

Sebelum ini, Baidu, perusahaan internet asal Tiongkok juga menunjukkan ketertarikan untuk membuat mobil tanpa sopir. Di bulan Agustus, Baidu sempat memperlihatkan tampilan mobil otonom miliknya.

Sementara di tingkat global, Google juga menunjukkan ketertarikan untuk membuat mobil tanpa sopir. Apple juga dirumorkan tertarik untuk masuk ke industri otomotif.

Beberapa waktu lalu Apple bahkan sempat dikabarkan akan mengakuisisi McLaren. Meski rumor itu akhirnya dibantah oleh McLaren, tapi jika Apple memang ingin mengakuisisi McLaren, maka hal itu adalah keputusan yang masuk akal.


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

4 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /