Seberapa Puas Orang Pakai Asisten Digital Berbasis Suara?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 23 Nov 2017 09:01 WIB
teknologi
Seberapa Puas Orang Pakai Asisten Digital Berbasis Suara?
Seorang anak berinteraksi dengan asisten digital lewat smart speaker Echo buatan Amazon.

Jakarta: Di Indonesia, layanan asisten digital belum terlalu populer. Namun, layanan tersebut semakin jelas posisinya sebagai salah satu inovasi penting tahun 2017 di Eropa di Amerika.

Hal ini terlihat dari hasil survey yang dilakukan oleh Venture Beat terhadap pengguna layanan asisten digital. Survey ini dilakukan pada pengguna layanan asisten digital berbasis suara di rumah mereka. Survey ini dilakukan ke pemilik smart speaker Amazon Alexa dan Google. 



Lebih dari separuh pemilik speaker pintar menggunakan layanan asisten digital setidaknya sekali atau lebih dari satu kali dalam sehari. 57 persen menggunakannya lebih dari sekali, dan 17,4 persen menggunakannya hanya sekali dalam sehari. 

Menariknya, hanya seitar 20 persen yang menuturkan teknologi asisten digital tidak mengubah kebiasaan mereka sehari-hari. Sisanya mengakui baik secara jelas atau sedikit demi sedikit teknologi tersebut mulai mengubah keseharian mereka.



Tentu saja teknologi asisten digital yang terkoneksi dengan internet mampu melakukan banyak hal. Hampir 80 persen pengguna memakai asisten digital untuk mengakses layanan musik atau memutar musik.

70 persen digunakan untuk memperoleh informasi cuaca, dan hampir 70 persen bertanya tentang beragam informasi lewat layanan asisten digital. Wajar saja, teknologi ini memang jauh lebih mudah ketimbang harus mengetikkan pertanyaan di layanan mesin pencarian Google dan sejenisnya.



Menariknya lagi, ada sekitar 20 persen yang sudah menggunakan asisten digital untuk terhubung dengan fitur rumah pintar. Misalnya, meminta asisten digital mengaktifkan lampu di dalam rumah, dan lain-lain.

Seberapa puas pengguna layanan asisten digital tersebut? Bisa ditebak, mereka mengaku sangat puas dengan layanan yang dihadirkan teknologi asisten digital.


Hasil survey yang dilakukan di penghujung tahun 2017 bisa menjadi sebuah tanda, tahun depan akan menjadi waktu bagi layanan teknologi asisten digital lebih populer lagi. Di sisi lain, penggunaan teknologi tersebut di speaker pintar tergolong ekslusif karena harganya terbilang mahal. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.