3 Alasan Koloni di Mars Sulit Dibangun

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 24 Nov 2017 07:40 WIB
antariksasains
3 Alasan Koloni di Mars Sulit Dibangun
Membangun kooni di Mars merupakan ide buruk bagi sebagian orang

Jakarta: Mars memang tengah menjadi bahan perbincangan banyak penggiat sains dan antariksa belakangan ini.

Apalagi setelah CEO SpaceX Elon Musk mengumumkan rencana besarnya untuk mengunjungi dan membuat koloni di Mars. Namun, apakah membuat koloni di Mars merupakan hal yang tepat? 

Beberapa ilmuwan tampaknya tidak sependapat dengan Musk dan berikut adalah tiga alasan mengapa membuat koloni di Mars merupakan ide yang buruk.

1. Mars Hanya Untuk Riset

Mengunjungi Mars sangat sulit, apalagi membuat koloni di planet merah tersebut. Manusia mungkin akan mengunjungi Mars suatu saat, namun kemungkinan besar hanya untuk riset, bukan membuat koloni karena populasi yang semakin membludak di Bumi.

"Membuat koloni di Mars sangat sulit dan sangat mahal. Meski manusia bisa mengunjungi Mars, namun membuat koloni agar manusia hidup dalam jangka waktu yang sangat lama merupakan hal yang hampir mustahil dilakukan, setidaknya untuk saat ini," ujar profesor dari University of Michigan Aaron Ridley.

2. Butuh Biaya Sangat Banyak

Seperti yang telah diungkapkan di poin pertama, membuat koloni di Mars memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tidak hanya itu, baik NASA maupun SpaceX bakal kesulitan untuk mencari dana bahkan sponsor sekalipun untuk membiayai misi kolonisasi di Mars.

Untuk membangun sebuah koloni, manusia harus membangun markas terlebih dulu dan mempertahankan markas tersebut dalam jangka waktu yang lama juga membutuhkan dana.

Jika tidak ada yang bisa ditawarkan di Mars, kolonisasi akan sangat sulit dilakukan. Hal yang sama juga terjadi pada markas di Antartika yang hingga kini masih merupakan wilayah yang sulit untuk ditinggali.

3. Lebih Baik Fokus ke Bulan

Banyak yang beranggapan impian membangun koloni di Mars telalu tinggi, dan sebaiknya manusia membuat koloni terlebih dulu di Bulan. Selain jaraknya jauh lebih dekat, ilmuwan juga sudah melakukan banyak survey terhadap satelit alami Bumi tersebut, membuatnya lebih mungkin dijadikan koloni ketimbang Mars.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

1 week Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.