Apple Harus Bayar Pajak Rp208 Triliun ke Irlandia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:33 WIB
apple
Apple Harus Bayar Pajak Rp208 Triliun ke Irlandia
Apple diminta untuk membayar pajak ke Irlandia. (Bloomberg via Getty Images)

Jakarta: Pada Agustus 2016, Komisi Eropa menetapkan bahwa Apple harus membayar pajak pada Irlandia sebesar EUR13 miliar (Rp208,5 triliun) karena mengemplang pajak sejak 2003 sampai 2014.

Menurut Uni Eropa, Apple bisa menghindari membayar pajak karena membuat perjanjian dengan pemerintah Irlandia. The Wall Street Journal melaporkan, Apple akan mulai membayar pajak tersebut "paling cepat awal tahun depan."

Menteri Keuangan Irlandia, Paschal Donohoe mengaku bahwa Apple dan Irlandia berencana untuk memasukkan pembayaran pajak tersebut ke akun escrow -- rekening sementara yang dibuat sampai sebuah ketentuan tercapai.

Apple akan mulai membayar pajak pada Irlandia pada Q1 2018. Dana yang Apple bayarkan akan didiamkan sementara Apple dan Irlandia mengajukan banding atas keputusan Uni Eropa di pengadilan. 

Meskipun Komisi Eropa telah menetapkan bahwa Apple harus membayar pajak pada Irlandia, pemerintah Irlandia menolak untuk menerima uang tersebut.

Irlandia secara strategis menetapkan tingkat pajak rendah untuk mendorong investasi dari perusahaan asing. Alhasil, perusahaan-perusahaan seperti Apple memanfaatkan Irlandia untuk menghindari pajak. 

Dengan membuat divisi dan perusahaan tempurung atau shell company di Irlandia, Apple bisa menekan pembayaran pajak sehingga mereka hanya harus membayar 0,005 persen dari total keuntungan yang mereka dapatkan di Eropa selama sejak 2003 sampai 2014.

Sementara itu, Apple terus membantah tuduhan dari Uni Eropa. CEO Tim Cook menyebutkan bahwa keputusan Komisioner Uni Eropa sebagai "omongan politik sampah."

Karena Irlandia justru mendukung Apple, maka Uni Eropa membawa pemerintah Irlandia ke Court of Justice Eropa, memaksa mereka untuk meminta Apple membayar pajak. Baik Apple dan pemerintah Irlandia memutuskan untuk mengajukan banding.

Tampaknya, eksekutif Apple ingin mengambil kembali pajak yang mereka bayarkan dan menetap di akun escrow jika mereka menang di pengadilan. 

"Kami telah membuat tim yang akan bekerja dengan serius bersama Irlandia terkait keputusan yang telah ditetapkan oleh Komisi Eropa," kata Apple dalam pernyataan resmi pada WSJ.

"Kami percaya diri, General Court Uni Eropa akan membalikkan keputusan Komisi setelah mereka meninjau semua bukti yang ada."


(MMI)

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu
Review Smartphone

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu

2 weeks Ago

Honor 10 menjadi smartphone flagship pertama Honor yang diboyong ke Indonesia.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.