Penguasa Ride Sharing Tiongkok Siap Balap Google dan Tesla

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 29 Dec 2017 15:37 WIB
tiongkok
Penguasa Ride Sharing Tiongkok Siap Balap Google dan Tesla
CEO Didi Chuxing Cheng Wei yang berhasil membawa perusahaannya memonopoli layanan ride sharing di Tiongkok sebagai penguasa tunggal.

Jakarta: Perusahaan teknologi tidak akan lagi hanya berjaya di teknologi digital atau ranah internet. Kini hampir setiap perusahaan teknologi mengembangkan mobil otonom yang bisa melaju tanpa supir.

Dikabarkan Quartz, penguasa tunggal layanan ride sharing di Tiongkok, Didi Chuxing yang setahun lalu berhasil membli Uber China menyatakan siap bersaing dengan Google dan Tesla untuk mewujudkan mobil otonom di Tiongkok.

Hal ini disebutkan dalam wawancara CEO Didi Chuxing Cheng Wei dengan media lokal di negaranya, Caijing. Wei sadar bahwa menantang Google mungkin terdengar ambisius, tapi menurutnya perusahaan yang dia pimpin punya sumber daya yang dibutuhkan.

Dari sisi finansial disebutkan Wei perusahaannya telah mengantongi investasi sebesar hampir USD10 miliar atau setara Rp135 triliun lewat dua pendanaan yang diterima. Selain itu, mereka juga sudah memiliki ahli dan teknisi yang dahulu berasal dari Google dan Uber di Amerika Serikat yang juga berfokus pada kecerdasa buatan.

Diceritakan Wei, kemenangan Didi Chuxing di Tiongkok melawan Uber hanyalah pertarungan awal perusahaannya dengan Uber dalam bisnis ride-sharing. Bisnis tersebut masih sangat luas. Di bidang transportasi masa depan, Google dan Tesla juga akan menjadi pesaing.

Wei sendiri menilai Google masih menduduki posisi pertama dalam pengembangan mobil otonom. Dia yakin Didi Chuxing berada di posisi kedua menyaingi Uber dan terlepas dari kompetitor dalam negeri yakni Baidu yang juga sedang mengembangkan mobil otonom.

Perihal persaingan dalam memiliki tenaga ahli dan teknisi terbaik di bidang ini, Didi Chuxing sendiri telah menggandeng platform pembelajaran online populer di Amerika Serikat, Udacity, untuk membuka program dan beasiswa bagi mereka yang memiliki riset dibidang mobil otonom.

Didi Chuxing di Tiongkok memiliki cerita panjang yang membuatnya bisa memonopoli layanan ride-sharing di Tiongkok. Dalam perjalanannya Didi Chuxing merupakan percampuran beragam layanan ride sharing di Tiongkok dan menerima dukungan dana dari 3 raksasa internet di negaranya, yaitu Baidu, Alibaba, dan Tencent.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.