Tatap Peluang, Lazada Gelar Program UKM dan Bangun 2 Gudang Baru

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 06 Nov 2017 19:07 WIB
lazada
Tatap Peluang, Lazada Gelar Program UKM dan Bangun 2 Gudang Baru
Lazada ingin membantu UKM di Indonesia mencapai level bisnis lebih tinggi dengan memanfaatkan teknologi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Lazada tidak dapat dielakan lagi menjadi salah satu e-commerce yang resmi beroperasi di Indonesia. Resmi didirikan oleh perusahaan e-commerce Jerman pada tahun 2011 lalu, dan merambah pasar Indonesia pada tahun 2012, Lazada kini telah mendapatkan dukungan dari salah satu raksasa e-commerce asal Tiongkok, yaitu Alibaba.

Beroperasi dalam kurun waktu lima tahun di Indonesia, yang tergolong cukup lama, memberikan waktu kepada Lazada untuk mempelajari pasar Indonesia serta perilaku konsumen di negara ini. Tidak hanya soal konsumen, waktu operasionalnya tersebut turut mampu melihat industri e-commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat.

Hal tersebut disampaikan oleh Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Ahmad Alkatiri yang menyebut ranah e-commerce Indonesia telah mengalami kemajuan pesat, terutama sejak tahun 2016 hingga saat ini. Ahmad juga menyebut, berdasarkan data yang diperolehnya, ranah e-commerce Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 40 persen jika dibandingkan pada tahun lalu.

"Pertumbuhan ini juga didorong oleh kesadaran masyarakat di second tier city terhadap e-commerce. Ada shifting terjadi, dulu via desktop kemudian besar-besaran di mobile."

Ahmad juga mengaku, Lazada melihat di masa mendatang, perbaikan infrastruktur yang dimulai dengan semakin baiknya penyebaran dan konektivitas jaringan internet juga akan menjadi pendorong pertumbuhan di ranah perdagangan melalui media digital atau yang akrab disebut masyarakat sebagai online shopping.

Pertumbuhan ranah e-commerce yang pesat dengan jumlah transaksi yang meningkat secara signifikan, turut menggambarkan peningkatan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas jual beli melalui platform digital tersebut.

Peningkatan tingkat kepercayaan masyarakat dinilai Ahmad juga didorong oleh sejumlah stimulus yang dihadirkan pelaku industri e-commerce, seperti gratis ongkos kirim, diskon dan harga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan ritel offline.

Online shopping yang memanfaatkan teknologi juga diakui Ahmad, memberikan tugas kepada Lazada sebagai salah satu pelaku industri e-commerce untuk mempersempit celah kemampuan akses antara konsumen di kota di Indonesia. Kehadiran online shopping tersebut juga diakui Ahmad membantu konsumen di luar pulau jawa untuk dapat membeli produk terbaru di hari yang sama seperti konsumen di kota besar.

Mengalami pertumbuhan pesat tidak menjadikan ranah e-commerce terlepas dari tantangan dan pekerjaan rumah. Menurut Ahmad, saat ini sejumlah e-commerce di Indonesia tengah mengencarkan invetasi di bidang logistik, agar dapat memberikan layanan berupa gratis ongkos kirim kepada konsumen.

Lazada secara khusus berharap pemerintah turut mendukung pertumbuhan ranah e-commerce melalui infrastruktur lebih baik, terutama di bidang logistik, sehingga dapat menekan biaya pengiriman. Hal ini disebut Ahmad, akan memungkinkan pelaku e-commerce untuk mengalihkan investasinya ke bidang lain yang juga akan memberikan keuntungan kepada konsumen.

Pertumbuhan yang pesat turut menandai peningkatan popularitas e-commerce di Indonesia, dan dapat diterjemahkan sebagai persaingan yang lebih ketat bagi pelaku industri e-commerce, termasuk Lazada. Namun, Ahmad mengaku Lazada tidak mengkhawatirkan soal persaingan tersebut.

"Karena pioneer di Indonesia, kita percaya punya banyak knowledge, pemahaman soal pasar indonesia. Karena Indonesia itu market yang sangat unik, berbeda dari negara lain di South East Asia. Pemahaman soal keinginan dan kebutuhan konsumen Indonesia jadi senjata pamungkas Lazada untuk menghadapi persaingan."

Namun, bukan berarti Lazada Indonesia tidak menyiapkan strategi khusus. Ahmad menyebut Lazada Indonesia tengah memfokuskan diri pada tiga hal. Hal pertama adalah pembangunan infrastruktur milik Lazada Indonesia, yaitu warehouse atau gudang, tidak hanya memberikan harga terbaik bagi konsumen.

Pembangunan gudang yang akan dilakukan pada bulan November ini di Makasar dan Balikpapan diakui Lazada ditujukan untuk menningkatkan pengalaman belanja pengguna. Dengan kehadiran dua tambahan gudang tersebut, Lazada Indonesia ingin menghadirkan layanan lebih baik, serta mempersingkat waktu pengiriman dan memungkinkan produk tiba di tangan konsumen dalam kurun waktu satu hingga dua hari setelah pemesanan diproses.

Untuk mendukung program pemerintah terkait negara ekonomi digital yang dicanangkan pemerintah, Ahmad menyebut Lazada baru saja menyelesaikan satu program bertajuk Upgrade UKM Roadshow. Program ini bertujuan mendorong UKM meningkatkan bisnis mereka dari tiga aspek.

Program ini mendorong UKM yang belum merambah ranah digital untuk memasarkan produk mereka secara online. Melalui program ini, Lazada menawarkan bantuan untuk menghadirkan toko online yang dapat dimanfaatkan oleh UKM tersebut, sehingga dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli potensial.

Selain itu, Lazada juga menawarkan fitur Fulfillment By Lazada (FBL), membantu penjual dalam hal proses pengiriman barang. Penjual hanya perlu fokus pada proses produksi dan menjaga kualitas produk, sebelum dikirimkan ke gudang Lazada untuk dibantu proses pengirimannya.

Lazada juga bekerja sama dengan BEKRAF dan Alibaba, memberikan peluang bagi UKM memasarkan produk mereka di negara lokasi Lazada beroperasi, bahkan di pasar Tiongkok.

Proses kerja sama tersebut diakui Ahmad rumit, sebab melibatkan gudang penghubung, teknologi, proses pertukaran, mata uang, penerjemahan produk dan sebagainya. Namun, Lazada mengaku optimis dapat membantu UKM Indonesia untuk lebih maju.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.