Jadi Macet, Kota Ini Tutup Jalannya Terhadap Waze

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 26 Dec 2017 12:18 WIB
aplikasi
Jadi Macet, Kota Ini Tutup Jalannya Terhadap Waze
Aplikasi navigasi sangat berguna bagi pengemudi untuk mencari rute perjalanan yang tercepat dan menghindari kemacetan.

Jakarta: Aplikasi navigasi memang sangat menolong di dalam perjalanan. Aplikasi ini membantu pengemudi menemukan rute jalan lain yang tidak mengalami kemacetan. Tanpa disadari, kemudahan ini rupanya juga memiliki dampak negatif.

Dilaporkan The New York Times, kota Leonia di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, ingin menutup jalanan di dalam kotanya dari akses aplikasi navigasi.

Alasannya, jalanan di kota mereka menjadi jalur alternatif yang disuguhkan oleh aplikasi navigasi seperti Waze, Google Maps, dan Apple Maps.

Lantaran hal itu, jalanan di kota ini mengalami kemacetan yang berakibat penghuni kota tersebut tidak bisa keluar dari rumah mereka sesuai keinginan. Mereka harus menunggu kemacetan atau jam lalu lintas di kawasan tersebut mulai lengang.

Pemerintah dan kepolisian setempat dikabarkan sudah melayangkan protes kepada beberapa aplikasi navigasi. Lebih dari itu, mereka juga sudah berencana untuk menutup 60 jalan yang ada di dalam kota mereka.

Nantinya pihak kepolisian di perlintasan jalan hanya akan membuka akses untuk penghuni kota tersebut. Pihak Waze dikabarkan menghormati permintaan warka kota Leonia. Google sendiri mengajukan kebebasan kepada pengguna untuk memberikan saran atau masukan rute yang lebih baik. 

Kota Leonia bukan satu-satunya yang mengajukan komplian. Beberapa kota di negara lain juga mengalami hal yang sama. Bahkan beberapa penduduknya sengaja membuat laporan di Waze ada kecelakaan di jalan tersebut sehingga aplikasi tidak mengarahkan rute perjalanan ke kota mereka.

Permasalahan lainnya adalah jalan umum bukan milik pribadi atau komunitas. Apalagi dalam keadaan darurat, tentu saja jalan alternatif bisa membuat sebuah kendaraan menempuh suatu jarak dalam waktu yang singkat.

Aplikasi penyedia navigasi juga perlu mengingat tidak semua jalan memiliki ukuran yang sama untuk bisa menampung arus lalu lintas. Kapasitas jalan tol jelas berbeda dengan jalan alternatif.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.