CES 2018

Project Linda, Gabungkan Smartphone Razer dan Laptop

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 10 Jan 2018 17:50 WIB
ces 2018
Project Linda, Gabungkan Smartphone Razer dan Laptop
Laptop Project Linda yang dipamerkan Razer di ajang CES 2018 Las Vegas, Amerika Serikat.

Jakarta: Razer kembali memamerkan perangkat prototipe inovatif dengan memanfaatkan Razer Phone yang dirilis pada penghujung tahun 2017. Razer memperkenalkan Project Linda, sebuah laptop yang digunakan bersama smartphone Razer.

Project Linda merupakan perangkat laptop dengan layar touch screen 13,3 inci dengan resolusi Quad HD lalu Razer Phone yang berukuran 5,7 inci diletakkan pada bagian bawah keyboard sehingga berfungsi sebagai touchpad sekaligus second touch screen.



Project Linda hadir sebagai sebuah laptop hibrida yang kinerjanya didukung oleh kemampuan smartphone yang terpasang. Pada ceruk tempat Razer Phone sebagai touchpad, terdapat kepala USB Type-C yang secara otomatis akan mengisi daya Razer Phone selama digunakan.

Selain menjadi power bank, laptop Project Linda juga bisa digunakan untuk menjalan aplikasi yang menggunakan sistem operasi Android termasuk game seperti Arena of Valor. Dalam video yang diunggah Razer laptop ini masih mampu menjalankan aplikasi edit seperti Adobe Lightroom.

Dalam situsnya, Razer tidak menyebutkan spesifikasi lengkap dari laptop Project Linda termasuk harganya. The Verge melaporkan bahwa laptop ini menyediakan media penyimpanan internal sebesar 200GB.



Melihat desain yang memadukan laptop dengan smartphone, Project Linda sebetulnya bukan hal baru. Merek lain seperti Samsung dan Motorola juga pernah melakukan hal serupa, memadukan kemampuan komputasi sebuah laptop dengan smartphone.

Di ajang CES 2011 Motorola memperkenalkan Motorola Atrix yang setahun kemudian proyek ini dihentikan. Berbeda dengan samsung yang mengandalkan Samsung Galaxy S8 lewat fitur Samsung DeX.

Meskipun karya Razer kali ini sangat inovatif tapi banyak pihak yang masih meragukannya, sebab Razer beberapa kali menampilkan purwarupa canggih di ajang CES yang berujung tidak pernah diproduksi pasar.





(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.