Instagram Pasang Sensor Komentar Otomatis Berbahasa Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 11 Dec 2018 18:17 WIB
instagram
Instagram Pasang Sensor Komentar Otomatis Berbahasa Indonesia
Instagram mengumumkan kehadiran fitur penyaringan komentar berbahasa Indonesia.

Jakarta: Instagram kembali mengumumkan kehadiran fitur terbarunya untuk pengguna di Indonesia, berupa penyaring komentar dalam bahasa Indonesia. Kehadiran fitur ini bertujuan untuk menjadikan Instagram medium yang aman dan positif untuk berekspresi.

Fitur tersebut memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin atau machine learning, untuk secara otomatis menyaring komentar yang berpotensi menimbulkan perundungan atau bullying, ujaran kebencian, pelecehan seksual, dan spam.

Penyaring ini akan secara otomatis menyembunyikan komentar dengan potensi besar tersebut, sehingga penerima komentar tidak menyadari keberadaan komentar tersebut.

Fitur ini juga akan memberikan notifikasi kepada Instagram, jika menemukan akun mengunggah konten agresif berulang kali, sehingga dapat mengambil tindakan lanjutan.

Menyoal ujaran kebencian, Instagram menyebut fitur ini akan menyaring komentar yang dinilai mengancam kelompok agama atau etnik tertentu. Sementara itu, Instagram menyebut fitur ini akan tersedia secara otomatis di platform jejaring sosial miliknya.

Instagram mengklaim fitur penyaringan ini telah menjalani proses pemeriksaan secara kontinyu, dengan tingkat akurasi mencapai 95 persen. Hasil penyaringan juga dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi secara manual, sebelum dimasukan pada daftar bahan pembelajaran.

Pengguna dapat mengaktifkan dan menonaktifkan fitur ini via menu Pengaturan pada profil, terdapat pada opsi Kolom Komentar. Sebagai informasi, fitur ini pertama kali diperkenalkan pada bulan Oktober 2016 lalu, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama yang didukungnya.

Fitur ini kemudian diperluas ke dalam 8 bahasa lainnya, yaitu Spanyol, Portugis, Arab, Perancis, Jerman, Rusia, Jepang, dan Mandarin, dan diperkenalkan pada bulan Juni 2017.

Pada bulan Oktober 2018, fitur ini kembali dikembangkan untuk dapat menyaring komentar di Feed, Profil, dan Instagram Live.  


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.