Pengamat: Masalah Galaxy Note 7 Sangat Kompleks

Riandanu Madi Utomo, Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 11 Oct 2016 12:41 WIB
samsunggalaxy note 7
Pengamat: Masalah Galaxy Note 7 Sangat Kompleks
Permasalahan Galaxy Note 7 sangat kompleks

Metrotvnews.com: Samsung baru saja mengumumkan penghentian peredaran Galaxy Note 7.

Tidak hanya itu, raksasa elektronik Korea Selatan tersebut juga meminta penggunanya untuk berhenti menggunakan Galaxy Note 7 dan melakukan prosedur penukaran dengan ponsel lain atau meminta pengembalian dana (refund). Keputusan tersebut bisa dikatakan sebagai akhir dari Galaxy Note 7, tapi, apakah badai yang menimpa Samsung kali ini akan berakhir sampai sini?

Pakar teknologi Vivek Wadhwa baru-baru ini mengatakan, eksekutif Samsung sebenarnya mengetahui bahwa mereka dalam masalah besar. Menurut CNBC, Wadhwa yang juga merupakan profesor dari Carnegie Mellon University ini mengaku telah bertemu dengan para petinggi Samsung.

Menurutnya, para eksekutif Samsung tersebut melihat kasus Galaxy Note 7 sebagai ancaman serius bagi Samsung, bahkan mereka mendapatkan update berita secara berkala dari berbagai sumber.

Permasalahan Samsung dengan Galaxy Note 7 dinilai Wadhwa bukan hanya menghentikan produksi, menarik semua ponsel tersebut dari pasar, lalu akan beres dengan merilis ponsel Galaxy Note baru. Wadhwa mengatakan permasalahan yang dihadapi oleh Samsung jauh lebih kompleks karena sudah berpengaruh pada nama Samsung itu sendiri.

"Nama Samsung memang sudah sangat besar, dan kejadian ini akan berimbas pada nama besarnya tersebut," ujar Wadhwa kepada CNBC.

Menurut Wadhwa, bisnis ponsel merupakan secuil dari keseluruhan bisnis Samsung yang bahkan meliputi pembuatan kapal laut serta peralatan militer. Hal ini terbukti saat kasus Galaxy Note 7 membuat saham Samsung jatuh, tapi Samsung diperkirakan tetap mendapatkan untung di kuartal 3 tahun ini berkat sokongan dari bisnis-bisnis lainnya, seperti semikonduktor.

Karena memiliki nama besar, Samsung berani mengeluarkan sumber daya habis-habisan untuk mempertahankannya. Wadhwa menilai, Samsung bisa saja menggunakan "bencana" yang sedang dialaminya kali ini untuk membalikkan keadaan. Salah satu caranya adalah merilis produk baru yang bisa mengembalikan kepercayaan publik.

"Kasus Galaxy Note 7 kali ini sebenarnya bisa dimanfaatkan Samsung untuk menghadirkan produk baru yang bisa membuat konsumen takjub. Saya tidak tahu apakah Samsung bisa melakukan hal tersebut, tapi jika dimanfaatkan dengan benar, bencana ini bisa jadi kemenangan bagi Samsung ke depannya," lanjut Wadhwa.

Sayangnya, kasus Galaxy Note 7 juga dimanfaatkan oleh sejumlah pesaing Samsung untuk merebut pasar. Tidak hanya Apple, beberapa merek lain menurut Wadhwa juga memanfaatkan kasus ini untuk menggencarkan penjualan produknya di pasar.

Selain itu, Samsung juga memiliki rival baru yaitu Google. Ponsel terbaru Google Pixel justru dinilai sebagai ancaman utama bagi ponsel kelas atas Samsung karena menawarkan alternatif lain bagi pengguna Android.

Ditambah lagi, Google Pixel berhasil memberikan sesuatu yang lebih baik dari ponsel Android kelas atas lain, termasuk ponsel besutan Samsung.


(MMI)