Kiprah ASUS ZenFone di Indonesia, Mengejar Samsung Menepis OPPO

Insaf Albert Tarigan, Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 10 Sep 2016 20:30 WIB
asus
Kiprah ASUS ZenFone di Indonesia, Mengejar Samsung Menepis OPPO
Para eksekutif ASUS dengan dua brand ambassador ZenFone 3.

Metrotvnews.com, Bali: Ada yang berbeda dari acara Zenvolution yang digelar ASUS di Bali, Rabu (7/9/2016). Untuk pertama kalinya, mereka merilis produk seharga Rp11.099.000, yakni ZenFone 3 Deluxe Special Edition.

Ini adalah hal baru dan berani karena tak banyak produsen yang membanderol ponsel mereka seharga Rp10 juta ke atas di Indonesia. Seluruh dunia pun tahu, pasar itu dikuasai Apple dan Samsung yang bersaing sangat sengit.

Memasuki pasar ini juga tergolong sulit karena anggapan umum bahwa jika membeli ponsel seharga 2 digit, pilihan terbaiknya hanya Samsung atau Apple. Apa yang membuat ASUS berani mendobrak batasan psikologis itu?
 
Padahal, kiprah ASUS di pasar ponsel pintar Indonesia terbilang sukses melalui lini produk ZenFone. Hanya dalam setahun, mereka berhasil bertengger di posisi dua. Menurut data International Data Corporations (IDC), pangsa pasar ASUS pada tahun 2015 mencapai 15,9 persen, di bawah Samsung yang meraup 24,8 persen. Secara keseluruhan, pada tahun yang sama, ASUS berhasil memasarkan 4,7 juta unit ponsel di Indonesia.
 
Jika dibedah lebih dalam, ZenFone selama ini membidik pasar dengan volume konsumen terbanyak, yakni kelas pemula hingga menengah. Harga produknya terbentang dari Rp1 jutaan hingga Rp5 jutaan. Ponsel kelas menengah ASUS cukup menggoda karena menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga relatif terjangkau. ZenFone 2, misalnya, pernah tercatat sebagai ponsel kelas menengah pertama di Indonesia yang menawarkan RAM 4GB.
 
Berdasarkan data Counterpoint, produk yang menjadi motor pendorong penjualan ASUS – dan merek-merek lain – adalah ponsel kelas pemula. Untuk ASUS, produk dengan tingkat penjualan terbesar di kuartal 2 tahun ini adalah ZenFone Go. Sementara untuk Samsung, dua produk yang paling laku adalah Galaxy J1 Mini dan Galaxy J2.

Data: Counterpoint

Bisa dibilang, kesuksesan itu ASUS raih tanpa bersusah payah menggenjot citra merek dan produk melalui pemasaran yang massif dan promosi offline secara intensif. Mereka diuntungkan banyak oleh keberadaan retailer yang selama ini telah biasa memasarkan produk komputer ASUS, dan juga komunitas penggemar ASUS yang telah tercipta sejak lama. Selain itu, tentu saja, merek ASUS sama sekali bukan hal asing bagi pengguna komputer di Indonesia.
 
Saat ASUS mulai meraih kesuksesan, OPPO baru merintis bisnis ponsel pintar di Indonesia. Berkat kerja keras dibarengi dengan promosi jor-joran untuk mendongkrak citra perusahaan dan produknya, perusahaan asal Tiongkok ini dengan cepat menyalip posisi ASUS. 

Menurut riset Counterpoint, posisi ASUS sebagai produsen dengan pangsa pasar terbesar kedua di Indonesia sudah digantikan OPPO, setidaknya selama Q2 2016. Counterpoint mengatakan, pangsa pasar OPPO kini mencapai 17 persen, sedangkan ASUS hanya 14 persen. 

Data: Counterpoint

Menghadapi situasi ini, CEO ASUS Jerry Shen terlihat tenang.

"Kesempurnaan adalah kunci untuk menjadi pemenang," katanya. "Dari performa, baterai dan bahkan desain, ZenFone 3 kami memiliki performa yang lebih baik dari OPPO atau bahkan Samsung," ujarnya penuh percaya diri. 
 
Dia yakin ZenFone 3 akan dapat membantu ASUS memenangkan pasar Indonesia, yang Jerry sebut sebagai “salah satu pasar paling penting.”

Melalui ZenFone 3, kata Jerry, ASUS meningkatkan persaingan ke level selanjutnya. Persaingan itu mulai dari segmen paling bawah hingga ke kelas premium.
 
Sebagai informasi, perusahaan asal Taiwan ini meluncurkan 5 varian ZenFone 3 dan memperbarui ZenFone Go. Keenam tipe ponsel pintar itu juga memiliki varian yang beragam. Secara total, ASUS memiliki 12 jenis ponsel pintar, mulai dari yang harganya hanya Rp1.399.000 hingga Rp11.099.000.

“Kami berusaha untuk meningkatkan standar pengalaman penggunaan smartphone, meningkatkan standar smartphone mewah.”

Langkah ASUS di pasar ponsel mirip dengan strategi mereka di pasar komputer jinjing. Di pasar komputer jinjing, ASUS secara perlahan keluar dari zona nyaman di segmen menengah dan memasuki segmen premium dengan percaya diri.

Posisi produk komputer ASUS di pasar komputer (sumber)

Country Product Group Leader ASUS di Indonesia, Juliana Chen, menjelaskan, ZenFone 3 membuat ASUS kini berada di semua segmen, melengkapi jajaran yang sudah ada. Dia mengakui, pasar ponsel pintar premium memang tidak besar, tidak lebih dari 15 persen. Namun, pasar tersebut tetap pantas untuk diperebutkan.
 
Juliana menjelaskan, ASUS menyediakan lini produk beragam setelah mempelajari hal ini dari divisi notebook mereka, yang juga memiliki varian yang beragam pada satu tipe. Alasannya, setiap orang biasanya memiliki prioritas yang berbeda-beda, karena itu, ASUS berusaha untuk menyediakan ponsel pintar dengan spesifikasi yang beragam. 

Lalu, apa saja strategi ASUS untuk memenangkan pasar premium tersebut?

"Produknya sendiri harus bagus. Karena orang yang sudah pakai Apple biasanya fanatik. Jadi, jika produknya tidak bagus, orang tidak akan mau pindah. Makanya semua fitur kita upgrade," kata Juliana. “Kalau brand Korea dan brand buah itu bisa jualan, kenapa kita tidak?”
 
Strategi lainnya yang ASUS gunakan adalah dengan menjadikan Joe Taslim dan Bunga Citra Lestari sebagai brand ambassador untuk ZenFone 3. 

"Saya puas dengan tim marketing yang kami punya saat ini, tapi kami ingin menjadi lebih baik, meningkatkan kegiatan marketing dengan mengundang selebritas untuk menyuarakan produk dan image kami. Karena kami memiliki produk premium," kata Jerry.

"Saya harap mereka akan menggunakan produk kami dan berbagi pengalaman penggunaan mereka dengan masyarakat. Dengan begitu, mereka akan dapat menyuarakan produk kami ke masyarakat," ujar Jerry saat ditanya harapannya pada dua brand ambassador ZenFone 3 yang baru.

Senada dengan sang CEO, Juliana berharap para brand ambassador ASUS akan benar-benar menggunakan ZenFone 3. 
 
"Kami ingin agar mereka juga pakai produk kami, tidak sekadar baca. Kalau bagus, ya bilang bagus. Kalau tidak, langsung bilang ke saya," katanya.

Penunjukan brand ambassador juga akhirnya mendorong ASUS memproduksi iklan ZenFone untuk pertama kalinya di Indonesia. Secara bersamaan, ASUS menggencarkan promosi melalui seluruh saluran: iklan dan berita di media massa serta blog. 

Sebagai gambaran, peluncuran ZenFone 3 di Bali dihadiri kurang lebih 300 media dari seluruh Indonesia dan 30-an lebih blogger kondang. Ketika pulang, seluruh peserta sudah merasakan pengalaman menggunakan ZenFone 3 dan seketika membagikannya kepada masyarakat.

Selain itu, jika OPPO gemar beriklan di program-program televisi populer, ASUS memilih jalur lain, yakni membuat acara sendiri secara eksklusif di televisi. Dengan demikian, pertarungan keduanya semakin seru, baik melalui jalur udara (iklan) maupun darat (kegiatan offline). OPPO melaju dengan jargon "Selfie Expert", sedangkan ASUS memilih "Built for Photography".

Siapa yang akan jadi juaranya? kita tunggu saja sampai akhir tahun nanti.


(ABE)

Video /