Jumlah Lansia Meningkat, Singapura Ingin Kursi Roda Otonom

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 04 Oct 2016 09:07 WIB
teknologi
Jumlah Lansia Meningkat, Singapura Ingin Kursi Roda Otonom
Ilustrasi. (Shutterstock)

Metrotvnews.com: Pemerintah Singapura mendorong para pelaku bisnis untuk mengembangkan kursi roda otonom yang dapat membawa penggunanya tanpa perlu didorong.

Pengumuman ini datang dari Mark Lim, pemimpin divisi layanan digital dan pengembangan komersil Singapura.

Menurut GovInsider, proyek ini akan berjalan hingga Maret 2017. Ia akan memanfaatkan computer vision, robotika, dan pembelajaran mesin untuk membuat kursi roda yang bisa membawa pasien ke berbagai tempat di rumah sakit.

Lim berkata bahwa "kita punya pekerja kesehatan yang terbatas". Lebih lanjut, dia berkata, "Para suster punya pekerjaan lain yang lebih penting dari sekadar mendorong pasien di kursi roda."

Engadget melaporkan, apa yang Singapura coba lakukan bukanlah sekadar karena pemerintahnya berusaha untuk membuat hidup menjadi lebih mudah dengan robotik.

Laporan dari World Bank menyebutkan bahwa negara-negara Asia Timur, khususnya Singapura, Korea Selatan dan Jepang, akan menghadapi krisis umur yang serius. Nantinya, jumlah populasi yang berumur 65 tahun atau lebih, dan mereka yang membutuhkan perhatian medis akan bertambah.

Hal ini disebabkan orang dapat hidup lebih lama tapi memutuskan untuk memiliki anak sedikit. Itu berarti, akan ada kekurangan orang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan penting, seperti menjadi perawat.

Tidak hanya itu, penghasilan dari pajak juga akan menurun, mengurangi jumlah uang yang tersedia untuk membayar orang-orang yang aktif bekerja.

Karena itu, tidak heran jika negara-negara seperti Singapura dan Jepang menggunakan robot untuk memberikan perawatan pada orang-orang lanjut usia. Selain itu, Tiongkok juga telah memperkenalkan robot yang berfungsi untuk membantu para lansia. 




(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.