2020, Ucapkan Selamat Tinggal pada Adobe Flash

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 26 Jul 2017 08:30 WIB
adobe
2020, Ucapkan Selamat Tinggal pada Adobe Flash
Adobe mengumumkan siklus hidup Flash akan berakhir pada akhir tahun 2020 mendatang.

Metrotvnews.com: Adobe mengumumkan Flash, plugin yang memungkinkan pengguna memutar video di YouTube, akan memasuki akhir siklus hidupnya pada akhir tahun 2020 mendatang.

TechCrunch melaporkan, Adobe akan berhenti merilis update dan mendistribusikan Flash mulai akhir tahun 2020 tersebut. Namun, hingga waktu tersebut tiba, Adobe akan terus bekerja sama dengan mitra seperti Apple, Mozilla, Microsoft dan Google. Kerja sama Adobe dan mitranya tersebut berupa update keamanan Flash pada peramban mereka, serta dukungan versi baru. Selain itu, Adobe tidak akan menawarkan fitur baru pada Flash.

Adobe juga mengumumkan rencananya untuk lebih agresif terkait rencananya untuk mengakhiri dukungan untuk Flash di wilayah tertentu, lokasi pendistribusian Flash Player yang tidak memiliki izin atau menggunakan versi lama.

Pengumuman yang disampaikan Adobe ini tidak mengejutkan, sebab dengan pendistribusiannya yang luas, Flash menjadi salah satu target peretas. Dan Flash menawarkan peretas keleluasan untuk dapat menyerang perangkat target mereka.

Hal ini mendorong vendor peramban untuk menyuarakan ketidaksukaannya terhadap dukungan serupa Flash selama beberapa tahun terakhir. Akibatnya, seperti Google, sejumlah vendor peramban besar mengatur Flash untuk mendapatkan izin dari pengguna jika ingin digunakan.

Namun, berbagai hal yang dapat dilakukan Flash dan tidak dapat dilakukan HTML5 kian menurun. Adobe menyebut sejumlah perusahaan yang mengandalkan Flash menurun selama beberapa tahun terakhir.

Bidang pendidikan dan ranah game masin menjadi pengguna setia Flash, meski Facebook menyebut akan membantu pengembang game pada platform-nya untuk bermigrasi dan beralih ke standar web terbuka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.