SAP: Manajemen Data Penting untuk Pengambilan Keputusan Perusahaan

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 27 Sep 2017 12:10 WIB
sapcorporate
SAP: Manajemen Data Penting untuk Pengambilan Keputusan Perusahaan
Foto: SAP

Metrotvnews.com, Jakarta: SAP merilis temuan penelitian yang menunjukkan bahwa para pemimpin bisnis percaya bahwa lingkungan teknologi informasi yang terpecah dan terisolasi berdampak buruk terhadap kemampuan membuat keputusan bisnis yang tepat.

Nyaris tiga perempat, atau 74 persen, dari responden survei mengatakan, landscape data di perusahaan mereka terlalu kompleks, sehingga membatasi proses komunikasi, sementara 86 persen lainnya mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan manfaat maksimal dari data yang tersedia.  

“Kami memandang data yang terkonsolidasi dan simpel sebagai aset perusahaan yang luar biasa berarti di masa depan,” tutur Greg McStravick, President Database and Data Management, SAP.

“Temuan penelitian kami menunjukkan bahwa, layaknya sumber daya energi alami, sumber data terletak persis di bawah permukaan, pada titik yang mustahil untuk diakses atau tak terlihat.

Penelitian bertajuk “Data 2020: State of Big Data” mempelajari berbagai macam isu yang terkait dengan data perusahaan dan menemukan sebuah landscape manajemen data baru yang memiliki berbagai peluang, namun juga tertantang untuk mensupervisi berbagai posisi karyawan, departemen, dan geografi bisnis.

Hasil penelitian tersebut menunjuk pada kompleksitas manajemen data yang dapat dipecahkan dengan solusi analitis yang memberikan nilai tambah dan para ahli data yang dapat memahami informasi yang terkumpul di dalam perusahaan dalam jumlah besar. 



Data terpecah menjadi tidak dapat diakses dan tidak sehat. 50 persen responden percaya bahwa data tidak dapat diakses oleh beragam pemangku kepentingan bisnis, dan 79 persen mengatakan bahwa data perusahaan mereka membutuhkan penanganan yang lebih dari sekadar “pemeriksaan” untuk menjadi lebih “sehat.”

Analytics menduduki peringkat sebagai teknologi terpenting di dalam perusahaan, diikuti oleh internet of things, machine learning dan artificial intelligence (AI). 

79 persen responden mengatakan bahwa hadirnya ahli data data penting untuk memastikan keberhasilan sebuah perusahaan, namun hanya 53 persen perusahaan yang mempekerjakan ahli data saat ini. Di dalam bidang dengan permintaan yang demikian tinggi, 78 persen perusahaan memiliki kekhawatiran akan kurangnya para ahli yang terampil di bidang data sekaligus orang-orang yang memiliki keterampilan yang tepat untuk berhasil bekerja dengan data di masa depan.

Penelitian “Data 2020: State of Big Data” didukung oleh Regina Coroso Consulting dan didasarkan pada hasil survei global dari lebih dari 500 para pengambil keputusan di bidang IT di tingkat korporasi. Negara-negara yang disurvei mencakup Amerika Serikat, Brazil, Inggris, Kanada, Jerman, Perancis, Jepang, Tiongkok dan Australia. 


(MMI)