Perseteruan Apple dan Qualcomm Berlanjut

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 20 Jul 2017 14:02 WIB
applequalcomm
Perseteruan Apple dan Qualcomm Berlanjut
Qualcomm menghadapi tuntutan hukum dari empat perakit iPhone dan aksesori Apple.

Metrotvnews.com: Qualcomm kembali menghadapi rangkaian tuduhan baru yang diungkapkan oleh kelompok yang terdiri dari empat perusahaan perakit iPhone, dan produk lain terkait dengan Apple Inc.

Perusahaan induk Foxconn, Hon Hai Precision Industry Co, Winstron Corp, Compal Electronics Inc, dan Pegatron Corp, dilaporkan Reuters menuduh Qualcomm telah melanggar dua bagian dari Sherman Act, hukum antitrust Amerika Serikat.

Tuduhan yang dilaporkan kepada U.S. District Court for the Southern District of California pada Selasa lalu ini merupakan banding dari tuntutan hukum Qualcomm pada bulan Mei lalu. Melalui tuntutan hukum tersebut, Qualcomm mendorong kontraktor untuk membayarkan biaya lisensi, akibat penghentian pembayaran yang diilakukan Apple.

Selain itu, tuduhan ini merupakan bagian dari perselisihan lebih besar antara Apple dan Qualcomm, yang memasok teknologi chip model untuk memungkinkan iPhone terhubung dengan jaringan data seluler.

Perselisihan tersebut juga terkait bisnis model Qualcomm melibatkan penjualan chip dan lisensi paten, yang menjadi sorotan regulator di sejumlah negara, termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Sementara itu pada bulan Januari lalu, Apple menuntut Qualcomm dengan tuduhan bahwa Qualcomm telah menahan rabat lisensi dengan nilai mencapai USD1 miliar (Rp13,3 triliun). Rabat tersebut diklaim telah disepakati keduanya sebagai bagian dari keuntungan yang diperoleh Apple dari jalinan kerja sama keduanya.

Namun, President Qualcomm Derek Aberle menilai bahwa Apple mengendalikan pernyataan dan tindakan yang dilakukan produsen kontrak tersebut. Tuduhan kontraktor tersebut juga disebut sebagai bentuk keberatan Apple terkait model bisnis yang diterapkan Qualcomm.

Senior Apple secara resmi mengonfirmasi bahwa perusahaan membantu mendanai pembelaan hukum kontraktor, sebagai bagian dari perjanjian ganti rugi antar perusahaan. Apple juga dilaporkan secara formal bergabung dengan kasus yang diajukan kontraktor sebagai pembela.

Kerugian pendapan lisensi dari Apple cukup berdampak signifikan terhadap penjualan Qualcomm. Analis memprediksi Qualcomm akan memperoleh pendapatan sebesar USD5,2 miliar (Rp69,3 triliun) pada kuartal di bulan Juni, menurun dari periode yang sama tahun lalu, sebesar USD6 miliar (Rp80 triliun).


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /