Pendiri Atari Meninggal di Usia 80 Tahun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 28 May 2018 10:02 WIB
games
Pendiri Atari Meninggal di Usia 80 Tahun
Ted Dabney meninggal pada umur 80. (Twitter / Catherine DiSpira)

Jakarta: Ted Dabney, pria yang mendirikan Atari bersama Nolan Bushnell pada 1972 dan mengembangkan game arcade komersil pertama, meninggal pada umur 80 tahun. 

Kabar tentang meninggalnya Dabney menyebar melalui Facebook dan media sosial lain setelah ahli sejarah video games Leonard Herman membuat sebuah post, menurut laporan Polygon

"Saya baru tahu bahwa teman baik saya, Ted Dabney, co-founder dari Atari, meninggal pada umur 81. Selamat tinggal, teman. Legendamu akan terus dikenang sepanjang masa," tulis Herman melalui Facebook. 

Penyebab kematian Dabney adalah kanker keronganan. Belum lama ini, Dabney memang didiagnosis mengidap kanker tersebut. Namun, dia memutuskan untuk tidak mengobati kanker itu. 

Dabney dan Bushnell pernah bekerja sama di perusahaan bernama Syzygy Engineering pada 1971. Di perusahaan itu, mereka mendesain dan meluncurkan Computer Space. Meskipun Pong sering dianggap sebagai game komersil pertama, Computer Space sebenarnya diluncurkan satu tahun sebelum game tersebut. 

Computer Space adalah varian dari Spacewar!, game ternama yang dikembangkan pada komputer PDP-1 pada 1962 di Massachusetts Institute of Technology. Di Sunnyvale, California pada 1972, Dabney dan Bushnell mendirikan Atari.

Papan sirkuit yang Dabney bangun untuk Computer Space kemudian digunakan dalam pembuatan Pong -- yang dikembangkan oleh Allan Alcorn dan diluncurkan pada November 1972. 

Samuel F. "Ted" Dabney dilahirkan pada 15 Mei 1937 di San Francisco. Setelah lulus SMA, dia bergabung dengan Marine Corps Amerika Serikat.

Di sana, dia mengambil pelajaran tentang elektronik, memungkinkannya untuk belajar tentang pengembangan komputer. Dabney meninggalkan Atari pada 1970-an karena pertengkarannya dengan Bushnell. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.