Huawei Belum Menyerah Jualan di AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 31 Mar 2018 11:39 WIB
huawei
Huawei Belum Menyerah Jualan di AS
Huawei masih ingin mencoba untuk masuk ke pasar AS.

Jakarta: CEO dari grup bisnis konsumen, Huawei, Richard Yu mengatakan bahwa mereka tidak akan menyerah untuk menjual produknya di Amerika Serikat.

Semua operator besar di AS menolak menjual ponsel mereka dan peritel besar seperti Best Buy juga berhenti menjual produknya. 

"Kami memiliki komitmen untuk masuk ke pasar AS dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen AS dengan tetap fokus untuk memberikan produk dan inovasi kelas dunia," kata Yu dalam sebuah email pda CNET. "Kami tidak mau merusak kepercayaan itu."

Namun, seperti yang disebutkan oleh The Verge, Huawei harus berjuang keras untuk memenangkan kepercayaan AS, mulai dari konsumen, perusahaan sampai badan pemerintahan.

Sebelum ini, enam dari pemimpin badan intelijen AS, termasuk FBI dan NASA, memperingatkan perusahaan untuk tidak menggunakan produk dan layanan dari Huawei. 

Huawei didirikan oleh mantan teknisi di Tentara Pembebasan Rakyat di Tiongkok. Dia pernah dituntut oleh Cisco karena mencuri sumber kode mereka. Para politikus AS menyebutnya sebagai pendukung pemerintahan Tiongkok. 

Yu menganggap kekhawatiran pemerintah AS sebagai "kecurigaan tak berdasar" dan "tidak adil". Dia menyebutkan, Huawei mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di 13 kantor di AS. Dia berkata, "Kami bersedia untuk melakukan diskusi terbuka dan transparan jika pembicaraan itu didasarkan pada fakta."

Pada Januari, Huawei berencana meluncurkan smartphone flagship barunya, Mate 10 Pro melalui AT&T. Sayangnya, operator itu membatalkan perjanjian tersebut pada detik-detik akhir.

Dikabarkan, alasan AT&T melakukan itu adalah karena desakan politik. Verizon, operator lain di AS, mengikuti jejak AT&T tidak lama kemudian. 


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.