Bisnis B2B Kaspersky Tumbuh Pesat, akan Kalahkan B2C

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 23 Sep 2018 13:29 WIB
cyber securitykaspersky
Bisnis B2B Kaspersky Tumbuh Pesat, akan Kalahkan B2C
Stephan Neumeier, Marketing Director, Kaspersky Lab, Asia Pasifik. (Medcom.id)

Jakarta: Kaspersky memulai bisnisnya sebagai penyedia solusi keamanan siber untuk konsumen. Namun, belakangan, bisnis B2B (Business-to-Business) mereka berkembang pesat. Pertumbuhan bisnis B2B Kaspersky mencapai lebih dari 10 persen.

Hal ini disampaikan oleh Stephan Neumeier, Marketing Director, Kaspersky Lab, Asia Pasifik, dalam Cyber Security Week yang diadakan di Seam Riep, Kamboja. "Sekarang, kontribusi bisnis B2C (Business-to-Consumers) dan B2B kami adalah 50:50," kata pria yang akrab dengan sapaan Stephan ini.

Dia memperkirakan, dalam waktu dua tahun, kontribusi bisnis B2B akan mengalahkan bisnis B2C. "Namun, itu bukan berarti kami akan mengacuhkan bisnis B2C, kami akan membuat inovasi produk, memindahkan produk kami ke cloud, menyediakan model langganan baru."

Selain itu, untuk kawasan Asia Pasifik, Kaspersky juga melihat pertumbuhan bisnis digital. "Konsumen sekarang tidak lagi pergi ke toko retail, tapi ke toko digital, mulai dari e-commerce sampai ke situs kami sendiri untuk membeli langsung. Di sinilah kami melihat pertumbuhan yang signifikan," ujarnya. 

Terkait perubahan perilaku konsumen, selain perubahan tempat pembelian, Stephan mengungkap bahwa semakin banyak orang yang berpindah menggunakan perangkat mobile dari laptop dan PC.

Sayangnya, ini tidak disertai dengan kesadaran akan pentingnya keamanan siber. Dia mengungkap, ketika pengguna pertama kali membeli PC atau komputer, dia akan segera memasang produk keamanan anti-virus. Hal ini tidak berlaku pada pengguna perangkat mobile. 

"Apa hal pertama yang Anda lakukan setelah membeli smartphone? Membeli casing. Anda lebih peduli pada keaamanan fisik ponsel daripada keamanan data pada ponsel itu," kata Stephan. "Kami perlu mendorong kesadaran konsumen."

Stephan menyebutkan, salah satu cara yang Kaspersky gunakan adalah bekerja sama dengan operator telekomunikasi sehingga beberapa ponsel akan langsung dilengkapi dengan aplikasi Kaspersky mobile pada perangkat mobile mereka. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.