Tinggalkan Allo, Google Mulai Garap Chat

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 21 Apr 2018 14:14 WIB
google
Tinggalkan Allo, Google Mulai Garap Chat
Google dilaporkan menghentikan pengembangan Allo dan mengalihkan fokus ke layanan baru bertajuk Chat.

Jakarta: Google menghentikan pengembangan aplikasi komunikasi Allo untuk Android, dan sebagian besar dari tim di balik aplikasi ini beralih tugas mengembangkan aplikasi baru bertajuk Chat. Aplikasi ini disebut menjadi upaya terbaru Google dalam menyatukan layanan pesan pada ponsel Android.

Sebagai informasi, upaya pertama Google dalam menyatukan layanan pesan pada ponsel Android yaitu Google Talk, kemudian Hangouts, dan diikuti oleh Allo dan Duo yang memisahkan layanan untuk video dan teks. Kini Google menghentikan Allo dan digantikan oleh Chat.

Proyek Chat ini disebut akan menggunakan sistem pesan teks RCS, atau standar media lebih kaya yang masih berfungsi pada kerangkat alat yang telah dicoba oleh operator, guna menghadirkan peralatan pesan teks yang baik.

Dengan demikian, saat seseorang menerima pesan namun tidak memiliki aplikasi Chat, mereka akan menerimanya sebagai pesan teks reguler dan dapat menjawabnya.

Permasalahan ini menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh operator, yang memiliki program Chat pada jaringan mereka. Namun Google dilaporkan tengah dalam tahap diskusi untuk menghadirkan kemampuan ini pada pelanggan layanan jaringan komunikasi mereka.

Dengan tersedianya berbagai perangkat Android, menggunakan sistem RCS diperkirakan menjadi satu-satunya yang dinilai layak untuk menghadirkan layanan pesan terpadu pada platform sistem operasi mobile milik Google.

Aplikasi Android Messages bawaan yang dimiliki sebagian besar ponsel dinilai telah menjadi permulaan yang baik.

Memiliki sejumlah keunggulan seperti memiliki dukungan secara secara universal serta akan memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman berbincang serupa medium berbagi konten media lain yang kaya, sayangnya sistem RCS ini memiliki satu kelemahan utama yang menjadi pemicu kekhawatiran banyak pihak, yaitu absennya fitur enkripsi pada pesan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.