Computex 2018

ASUS Strix Scar II dan Hero II untuk Atlet Esport

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 05 Jun 2018 16:18 WIB
asusComputex 2018
ASUS Strix Scar II dan Hero II untuk Atlet Esport
Strix Scar II.

Taipei: ASUS memperkenalkan dua laptop gaming baru untuk pemain dan pecinta esport, yaitu Strix Scar II dan Strix Hero II. Global Market Director of ROG, Derek Yu menyebutkan, Scar II ditujukan untuk para pemain game FPS sementara Hero II dibuat untuk gamer dengan mobilitas tinggi.

Baik Scar II maupun Hero II memiliki layar dengan refresh rate 144Hz dan response time 3ms. "Keduanya akan menghasilkan gambar yang jelas dan jernih, yang sesuai untuk game-game dengan tempo cepat seperti PUBG dan Counter Strike," kata Yu. 



Dalam acara bertema For Those Who Dare, Yu juga mengatakan bahwa kedua laptop Strix baru ini merupakan laptop gaming pertama yang dilengkapi dengan lebih dari satu antena WiFi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan performa yang lebih stabil ketika pengguna bermain game online. 

Kedua laptop ini memiliki empat antena yang ada di bagian depan dan belakang laptop. Yu mengklaim, keempat antena ini akan menghasilkan 30 persen jangkauan yang lebih luas jika dibandingkan dengan laptop dengan konfigurasi dua antena. 

Terkait spesifikasi, Strix Scar II menggunakan Intel Core generasi ke-8 sebagai prosesor dengan RAM hingga 32GB dan opsi antara NVIDIA GeForce GTX 1060 atau GTX 1070 untuk VGA. Soal kapasitas storage, Scar II dapat menggunakan 512GB PCIe 3.0 x4 dan 1TB Seagate Firecud SSHD.

Sementara itu, Strix Hero II juga menggunakan Intel Core Generasi ke-8 dengan RAM 32GB, NVIDIA GeForce GTX 1060, juga memori hingga 512GB PCIe 3.0 x4 dan 1TB Seagate FireCuda SSHD.



Scar II dan Hero II juga sudah dilengkapi dengan backlight yang kompatibel dengan Aura Sync. Keduanya memiliki empat tombol transparan -- WASD untuk Scar II dan QWER untuk Hero II. 

Baik Scar II maupun Hero II dilengkapi dengan sistem pendingin HyperCool Pro. ASUS menjelaskan, sistem pendingin keduanya memiliki sistem Anti-Dust Cooling yang memastikan bahwa tidak ada debu yang menumpuk.

Untuk bagian penutup laptop atau lid, ASUS menggunakan trapezoid cut. Pihak ASUS menyebutkan, lid laptop biasanya menyebabkan aliran air terhambat, yang bisa menyebabkan masalah panas berlebih. Pemotongan trapezoid memastikan bahwa masalah ini tidak terjadi. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.