Beda Prosesor di Smartphone Terbaru, Ini Alasan Samsung

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 09 May 2018 07:17 WIB
samsung
Beda Prosesor di Smartphone Terbaru, Ini Alasan Samsung
Samsung mengaku memiliki alasan tersendiri saat memutuskan menghadirkan dukungan prosesor berbeda pada perangkat terbarunya.

Bali: Samsung resmi meluncurkan smartphone seri Galaxy A terbaru, yaitu Galaxy A6 dan A6 Plus di Indonesia.

Menariknya, Samsung mengungkap bahwa kedua ponsel cerdas terbarunya ini didukung oleh chipset prosesor berbeda. Samsung turut menyebut memiliki alasan tersendiri guna mendukung keputusannya tersebut.

"Saat smartphone didesain, kami melihat target konsumen yang disasar perangkat, lalu didaftarkan kebutuhan konsumen lalu disesuaikan. Beda proseor karena A6+ usung kamera ganda, dan Snapdragon powerful untuk mendukung itu, meski Exynos di A6 tak kalah powerful untuk dukung kamera tunggal," ujar Head of Product Marketing IM Samsung Electronics Indonesia Denny Galant.

Selain itu, Snapdragon 450 yang mendukung Samsung Galaxy A6+ juga disebut Denny mampu mendukung kemampuan layar 6,0 inci dengan panel AMOLED yang diusung ponsel cerdas ini dengan lebih baik.

Denny menyebut hal tersebut tidak mengindikasikan bahwa Exynos yang mendukung Galaxy A6 kalah saing dalam kemampuan performa.

Menurut Denny, Exynos versi 7870 merupakan chipset yang lebih canggih dan bertenaga jika dibandingkan dengan versi pendahulunya.

Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia Jo Semidang menyebut bahwa kaum milenial yang menjadi target pasar Galaxy seri A ini juga tidak lagi mempedulikan detil spek, melainkan lebih menjadikan fitur dan pengalaman yang ditawarkan perangkat sebagai faktor penentu pembelian.

Hal ini diakui Jo tidak menyebabkan Samsung mengkhawatirkan persaingan dengan produk kompetitor berspesifikasi serupa namun berharga lebih terjangkau.

Selain itu, hal tersebut juga diakui Jo menjadi alasan Samsung untuk tidak menekankan spesifikasi pendukung perangkat saat mengomunikasikan produk kepada konsumen, dan lebih mengedepankan fitur serta total pengalaman yang mampu ditawarkan perangkat terbarunya.

Sebagai informasi tambahan, kedua ponsel cerdas terbaru Samsung ini hadir dengan dukungan GPU Adreno 506 yang diklaim mampu menghadirkan tampilan grafis yang baik, dan diklaim mampu menyuguhkan pengalaman gaming pada perangkat mobile serupa pada perangkat PC.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.