WhatsApp Tambah Batas Usia Pengguna, Kenapa?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 26 Apr 2018 16:52 WIB
whatsapp
WhatsApp Tambah Batas Usia Pengguna, Kenapa?
Aplikasi WhatsApp.

Jakarta: WhatsApp tidak luput dari masalah penggunaan data pengguna seperti yang dialami oleh Facebook maupun Instagram. Kini dikabarkan bahwa aplikasi messenger paling populer tersebut akan menetapkan batasan usia penggunnya, seperti yang dikutip dari BBC.

Pengguna WhatsApp di Indonesia mungkin tidak pernah menemukan pertanyaan atau informasi tentang batasan usia saat akan menggunakan aplikasi WhatsApp, tapi di luar negeri hal ini berlaku.

Di Eropa, aplikasi WhatsApp menetapkan bahwa batas usia penggunanya adalah usia 13 tahun. Namun, BBC Inggris melaporkan, batas usia usia pengguna WhatsApp di negara tersebut akan ditingkatkan menjadi minimal usia 16.

Langkah ini diambil setelah pemerintah Inggris dan Komisi Uni Eropa berencana memberlakukan kebijakan perlindungan data atau General Data Protection Regulation (GDPR) pada bulan Mei nanti. Menurut regulasi itu, penyedia layanan digital harus menyediakan kendali kepada penggunanya terkait data yang disinpan oleh penyedia layanan.

Peningkatan usia pengguna tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan data dari pengguna kalangan remaja. Di Eropa sendiri hal ini ditanggapi dengan pro dan kontra.

Sebagian penggunanya mengaku hal tersebut membantu anak-anak dan remaja terhindar dari paparan pengaruh buruk konten digital. Di sisi lain, banyak anak-anak yang memanfaatkan WhatsApp sebagai alat komunikasi antara kelompok belajar atau untuk berkomunikasi dengan guru.

BBC menyebutkan, menurut data badan regulasi media bernama Ofcom, sepertiga pengguna aktif media sosial di Inggris pada usia 12-15 tahun juga menjadi pengguna aktif WhatsApp pada tahun 2017.

WhatsApp juga menjadi aplikasi terpopuler kelima di Inggris setelah Facebook, Snapchat, Instagram, dan YouTube


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.