Twitter dan Facebook Setop Izin Akses Data ke Geofeedia

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 12 Oct 2016 16:49 WIB
Twitter dan Facebook Setop Izin Akses Data ke Geofeedia
Facebook dan Twitter menghentikan akses Geofeedia ke data penggunanya, setelah mengetahui hasil penelitian ACLU.

Metrotvnews.com: American Civil Liberties Union (ACLU) mengumumkan hasil penelitian yang mengkaji jejaring sosial besar, termasuk Twitter, Facebook dan Instagram, yang menyediakan akses ke data pengguna kepada Geofeedia.

Geofeedia merupakan sistem pengawasan media sosial berbasis lokasi yang digunakan oleh kantor pemerintahan, perusahaan keamanan swasta, pemasar dan sebagainya.

Geofeedia juga dilaporkan Tech Crunch sebagai salah satu rangkaian teknologi yang digunakan secara diam-diam oleh pihak kepolisian, untuk mengawasi aktivis dan konten yang didiskusikan secara online.

Pada unggahan pada blog, ACLU juga mengungkap baik Twitter maupun Facebook sebagai pemilik Instagram, telah melakukan perubahan sebagai tanggapan terhadap temuan dari penelitian mereka. Instagram, jelas ACLU, telah menutup akses Geofeedia ke unggahan publik dari penggunanya, sementara Facebook menutup akses ke feed berbasis topik dari unggahan pengguna.

ACLU juga mengungkap, baik Facebook ataupun Instagram tidak memiliki kebijakan publik yang secara spesifik melarang pengembang untuk mengeksploitasi data pengguna untuk tujuan pengawasan. Hal ini berbeda dengan jejaring sosial berlogo burung biru, Twitter.

Twitter dilaporkan telah memiliki peraturan jangka panjang, yang melarang penjualan data pengguna untuk pengawasan, serta Developer Policy yang melarang penggunaan data Twitter untuk aktivitasi investigasi, pelacakan dan pengawasan kepada pengguna Twitter.

Menanggapi temuan ACLU, Twitter mengumumkan akan segera membekukan akses komersial Geofeedia ke data Twitter, melalui akun @policy miliknya. Sementara itu, Facebook menyebut tindakannya yang hanya memutuskan askes Geofeedia ke unggahan publik penggunanya, karena merupakan satu-satunya akses yang dimiliki sistem pengawasan tersebut.

Facebook juga mengungkap akses tersebut merupakan yang telah diatur peraturan batasan pada Platform Policy. Sementara itu, hingga saat ini pihak Geofeedia belum bersedia untuk diwawancarai terkait dengan permasalahan ini.

Namun, perwakilan Geofeedia menyebut telah menerapkan kebijakan dan panduan yang jelas untuk mencegah penyalahgunaan software mereka.
(MMI)