NTT Summit untuk Bantu Perusahaan Indonesia Paham Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 14 Mar 2018 17:30 WIB
teknologicorporatetransformasi digital
NTT Summit untuk Bantu Perusahaan Indonesia Paham Digital
Booth NTT di acara NTT Summit. (Medcom.id)

Jakarta: Indonesia ingin menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berharap, ekonomi digital bisa menjadi tulang punggung perekonomian negara. Namun, apakah Indonesia sudah siap untuk itu?

TIngkat transaksi digital merupakan salah satu tolok ukur kesiapan Indonesia. Menurut Frost & Sullivan, transaksi e-commerce di Indonesia akan mencapai Rp182 triliun pada tahun ini, menguasai lebih dari 35 persen GMV (Gross Merchandise Value) di Asia Tenggara. Itu artinya, pasar digital di Indonesia masih akan terus naik. 

Sementara itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pure Storage pada pemimpin TI di 9 ribu perusahaan global, 79 persen perusahaan di Indonesia tertarik untuk membuat layanan digital dengan tujuan mendorong percepatan inovasi di perusahaan.

Di sisi lain, 71 persen perusahaan merasa, layanan digital adalah kunci untuk membuat perusahaan menjadi lebih kompetitif. 

Sayangnya, meskipun perusahaan sudah sadar akan pentingnya transformasi digital, mereka masih belum mengetahui layanan digital yang mereka butuhkan.

Karena itulah, NTT Communications mengadakan NTT Summit 2018 dengan tema Conquer Digital Barriers: Time to Revolutionize Your Digital Strategy. 

"Dengan diadakannya NTT Summit, NTT Indonesia siap bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mempercepat mereka mencapai target bisnis mereka," kata Mizudo Tada, Presiden Direktur NTT Indonesia.

"Layanan kami beragam, mulai dari layanan ICT sampai keamanan siber yang berlaku baik secara lokal atau global."

Dalam acara tersebut, NTT Indonesia juga memperkenalkan layanan baru yang disebut Cloud Connect. "Layanan ini memungkinkan perusahaan terhubung ke layanan cloud papan atas yang ada di seluruh dunia," kata Tada. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.