Malware Android Menginfeksi Satu Juta Orang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 27 Mar 2018 14:07 WIB
androidcyber security
Malware Android Menginfeksi Satu Juta Orang
Ilustrasi.

Jakarta: Sebuah malware menginfeksi ratusan ribu pengguna Android karena malware itu tersembunyi di aplikasi-aplikasi yang terlihat tidak bermasalah. 

Malware yang bisa menyelinap ke Google Play Store menyamarkan diri sebagai tujuh aplikasi yang berbeda, yaitu satu aplikasi pembacara kode QR dan satu aplikasi kompas cerdas.

Malware tersebut bisa melewati sistem keamanan dari Google berkat penulisan kode yang cerdas. Selain itu, malware itu juga tidak langsung melakukan serangan setelah aplikasi diunduh. 

Menurut laporan ZDNet, setelah aplikasi terpasang, malware akan menunggu hingga enam jam sebelum ia melakukan tugasnya sebenarnya, yaitu menampilkan adware, membanjiri pengguna dengan iklan satu layar penuh, membuka iklan pada berbagai situs dan mengirimkan notifikasi yang mengandung tautan beriklan. 

Semua kegiatan ini didiesain dengan tujuan untuk mendapatkan uang melalui iklan berbasis klik. Aktivitas ini akan terus aktif bahkan ketika aplikasi tidak digunakan. 

Malware yang ditemukan oleh para peneliti di SophosLabs ini dinamai Andr/HiddnAd-AJ. Diperkirakan malware tersebut telah menginfeksi setidaknya satu juta pengguna.

Tidak heran mengingat salah satu aplikasi yang mengandung malware ini telah diunduh 500 ribu kali sebelum Google menghapusnya. 

Aplikasi yang menyamarkan malware ini bisa diunduh begitu sering karena ia memiliki fungsi umum. Ketika aplikasi jahat ini pertama kali dijalankan, ia akan menghubungi server untuk meminta informasi konfigurasi.

Untuk menyamarkan kegiatannya, malware tidak segera aktif selama beberapa jam setelah aplikasi terpasang. Namun, setelah beberapa jam telah berlalu, maka kode yang diunduh dari server kriminal siber akan membanjiri korban dengan iklan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.