Zimbabwe Gunakan Sidik Jari untuk Pemillu 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 26 Mar 2018 08:14 WIB
teknologi
Zimbabwe Gunakan Sidik Jari untuk Pemillu 2018
Pasca lengsernya Mugabe dari jabatan Presiden Zimbabwe yang berkuasa selama beberapa dekade kini negara tersebut akan melakukan pemilihan umum yang prosesnya akan sangat ketat.

Jakarta: Setelah Robert G. Mugabe lengser dari jabatan Presiden Zimbabwe yang dipegang selama beberapa dekade, kini pemerintahan Zimbabwe berencana menggunakan teknologi identitas sidik jari untuk pemilu 2018.

Hal ini dicetuskan setelah mantan presiden berkuasa tadi dikabarkan bisa terpilih sebagai presiden selama beberap dekade dengan cara memanipulasi hasil pemilu. Penerapan teknologi yag akan dilakukan kali untuk mengindari hal itu terulang.

Dikutip dari The Next Web, pemerintahan Zimbabwe saat ini telah menandatangani kontrak dengan perusahaan penyuplai perlengkapan teknologi biometrik asal Amerika Serikat bernama Ipsidy.

Ipsidy merupakan pemenang dari tender skala internasional yang dibuka oleh Komisi Pemilihan Zimbabwe. Kontrak tersebut akan membuat Ipsidy menyediakan teknlogi perekaman identitas sidik jari, alat verifikasi Automated Fingerprint Identification System, dan sistem yang digunakan untuk pemilu nanti.

Meskipun berbasis di New York, Amerika Serikat, Ipsidiy memiliki daerah operasional di Kolombia dan Afrika Selatan. Di negara lain, teknologi Ipsidy sudah digunakan untuk kebutuhan transaksi finansial, bukan hanya pemilu seperti yang di lakukan di Zimbabwe.

"Hal ini menjadi sebuah pernghargaan atas teknologi dan layanan kami untuk pasar di kawasan Afirka," ungkap Chief Technology Office Ipsidy Thmas Szoke.

Di Indonesia sendiri, pemilihan umum masih dilakukan dengan sistem kertas suara. Sementara dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik sudah tersimpan informasi biometrik seperti sidik jari. Hal ini terkendala oleh kasus korupsi proyek pengadaannya.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

4 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.